Berita Headline Berita Terkini Hukum 

20 bulan bekerja, karyawati ini bisa beli 45 mobil dan motor mewah

Belasan mobil milik Leni dan suaminya yang disita. image by michael/cahayakaltim.com

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Berbekal pendidikan SMK jurusan akuntansi, Leny (29) yang merupakan salah satu karyawan dan dipercayakan sebagai pegawai kasir di PT Serba Mulia Auto Samarinda. Namun kepercayaan tersebut rupanya disalah gunakan, setelah hampir 20 bulan bertugas sebagai kasir.

Dengan keahlian Leni yang dibantu suaminya Jefry (26) dan adik kandungnya Deni (26), mereka berhasil memiliki 2 unit rumah seharga Rp 1,5 Milar dan 45 unit mobil mewah, seperti, Mercedes, Toyota Fortuner, Peuguot RCZ, Ford Focus, Toyota Calya, Daihatsu Copen, Daihatsu Terios, Xenia, Alya, Sigra dan Grand Max dan sepeda motor Yamaha RIM dan Yamaha N Max.

Tak hanya itu, Modus operandi yang dilakukan Leni tersebut, dengan cara mengambil sebagian uang setoran dari konsumen dengan mengubah data yang berbeda yang kemudian di masukkan ke dalam system perusahan sehinggga tak diketahui.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Irjen Pol Drs Safaruddin mengatakan, Uang yang digelapkan Leni kemudian deserahkan kepada suaminya bernama Jefry yang kemudian dana tersebut digunakan untuk membeli mobil di beberapa diler seperti Toyota, Ford, Daihatsu, Yamahan dan sebagainya.

“Mereka juga menggunakan identitas konsumen lain untuk mendapatkan mobil baru. Dimana tersangka Leni menerbitkan kwitansi pembelian mobil yang divalidasi oleh perusahan sehingga saat dilakukan pengecekan oleh marketing seakan sudah melakukan pembayaran secara tunai,” kata Safaruddin, kepada cahayakaltim.com, Jumat (7/7/2017).

Dari 45 unit kendaraan roda empat, baru 18 unit yang berhasil ditemukan dan dijadikan barang bukti ditambah dengan 2 unit sepeda motor serta 2 unit rumah.

“Beberapa barang hasil kejahatan tersangka ini menjadi barang sitaan sementara. Dimana ada 18 unit mobil, 2 unit motor dan 2 unit rumah serta uang tunai sebanyak Rp 305,136.200. sedangkan total kerugian perusahan dalam kasus ini, mencapai Rp 25 miliar,” kata Safaruddin.

“Kasus ini melibatkan tiga orang tersangka. Dimana ketiganya memiliki peran masing-masing. LEni berperan sebagai pengatur dokumen dan mengambil uang. Jerfy berperan mengggunakan uang tersebut untuk membeli barang, sedangkan Deny berperan menjual barang yang dibeli,” tambah Kapolda.

Tersangka gugat penyidik ke praperadilan

Kasus dugaan penggelapan yang dilakukan Leni bersama suaminya Jefry dan adiknya Deni ini, terbongkar setelah tim auditor keuangan perusahan melakukan audit yang menemukan laporan keuangan dari Leni terdapat piutang pembelian mobil secara tunai tahun 2025. Bahkan setelah dilakukan penyelidikan internal perusahan, menemukan adanya pembelian mobil namun uangnya tidak ada. Padahal dalam laporan ada pembelian mobil.

Dari sanalah, tindakan curang Leni terbongkar dan pihak perusahan mengambil langkah hukum dengan melaporkan Leni ke Polsek Samarinda Utara, pada 13 Desember 2016.

Saat proses penyelidikan oleh penyidik Polsek Samarinda Utara, Leni melakukan perlawaman dengan menggugat penyidik ke praperadilan di Samarinda dengan menyewa pengacara. Namun gugatan tersebut ditolak.

Sejak dilakukan penyelidikan gabungan dengan Polda Kaltim, pada awal Januari 2017, penyelidikan mulai berkembang dan menemukan Suami dan Adik Leni ikut terlibat dalam dugaan kasus pencucian uang.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani SIK, SH M Hum, mengatakan, kasus penggelapan ini, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni KUHP pasal 378 dan pasal 374 dan Undang-undang pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Dalam kasus ini, modus yang digunakan dengan cara melakukan manipulasi data pemasukan keuangan dan juga kwitansi, kemudian hasil dari penggelapan uang itu dipakai untuk berfoya-foya dengan membeli barang-barnag mewah seperti mobil, motor dan rumah dan juga perhiasan senilai Rp 15 Juta,” kata Yustan.

Yustan mejelaskan juga bahwa, terungkapnya kasus ini, setelah tim audit perusahan menemukan piutang sebanyak Rp 5 Miliar yang kemudian dikembangkan dan terungkaplah dalang penggelapan tersebut.

“ketiga tersangka sudah kami amankan dan salah satu tersangka, sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Samarinda,” kata mantan Wakapolres Balikpapan tahun 2007 tersebut.

Ini daftar barang sitaan polisi dari tangan tersangka.

“Tersangka baru hampir 2 tahun bekerja di perusahan tersebut dan dipercayakanj menjadi pegawai kasir. Dimana Leni merupakan salahs atu karyawan memiliki akses khusus bagian keuangan. Dia melakukannya secara terus menerus setelah beberapa kali berhasil mengelabui data. Namun kegiatannya terbongkar setelah hampir 20 bulan bekerja,” tambah Yustan.

Sementara itu, kepada cahayakaltim.com, Leni dan adiknya Deni, tak banyak bicara. mereka memilih banyak diam ketika diwawancarai.

Sejak menikah dengan Jefry, mereka sudah dikaruniai 3 orang anak, namun satu anak mereka meninggal dunia. (*)

Penulis : Michael M

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait