Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Bahas ekonomi daerah, BI kumpulkan Wartawan se-Indonesia

Asisten Gubernur BI, Dyah Nastiti, saat membuka pelatihan wartawan daerah 2017. image by michael m/cahayakaltlim.com

JAKARTA, CAHAYAKALTIM.com—Sedikitnya 580 orang wartawan dari penjuru negeri di Indonesia, menghadiri agenda tahunan Bank Indonesia (BI) berupa pelatihan wartawan daerah tahun 2017 yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 19-22 November, di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Bertemakan Pengendalian inflasi daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat, dibuka oleh Assisten Gubernur BI, Dyah Nastiti.

“Kegiatan ini merupakan bentuk aspresiasi BI kepada para wartawan yang menurut kami (BI), komunikasi  menjadi hal penting bagi BI dalam menjalan fungsi sebagai otoritas moneter system pembayaran serta menjaga stabilitas system keuangan yang lancer, efektif dan efisien,” kata Agusman, Ketua Panitia Pelatihan Wartawan Daerah 2017 BI.

Lebih lanjut, Agusman yang juga Kepala Departement Komunikasi  BI, mengatakan, Komunkasi yang lancar, efektif dan efisien akan membuat transmisi kebijakan secara cepat dan tepat sasaran, termasuk dalam mengendalikan ekspektasi inflasi.

“untuk mencapai komunkasi tersebut membutuhkan peran serta dari media masa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita dan informasi yang objektif  dan bermanfaat bagi masyrakat. Untuk itulah sebagai salah satu pilar demokrasi, media masa juga memiliki peran untuk mengawal kebijakan yang  dikeluarkan oleh otoritas,” terang Agusman.

Senada juga diungkapkan Asisten Gubernur BI, Dyah Nastiti. Menurutnya peran media sangat berperan dalam penyebaran fungsi dan kebijakan BI.

Generasi muda jaman sekarang ini, menurut Dyah, terjadi pergeseran dalam penyerapan informasi. “Generasi sekarang ini, kurang menyerap infomasi dari media atau kerab hanya melihat informasi singkat melalui media social. Hal ini yang menjadi salah satu tantangan bagi kami (BI) dan media masa dalam penyebaran informasi,” kata Dyah.

Menurutnya, menghadapi generasi sekarang ini, BI terus berupaya untuk terus meningkatkan penyebaran informasi baik dari media masa maupun media lain. Atau merubah konsep penyebaran komunikasi publik.

“Penyebaran informasi yang efisien, lancer dan efektif terus dilakukan baik BI maupun media itu sendiri. Harapannya, pelatihan ini, peran wartawan maupun media secara rutin terus ditingkatkan komunikasi yang efisien dan efektir untuk memperlancarpenyebaran informasi,” tutup Dyah.

Pelatiahn wartawan Daerah ini, membahas lima topic diantaranya, tentang pengendalian inflasi daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan sharing pengendalian Inflasi oleh Kepala Daerah. Kedua, tentang perkembangan dan kebijakan system pembayaran atau sosialisasi gerakan nasional nontunai.

Topik lainnya tentang perkembangan dan kebijakan system pembayaran BI. Juga membahas soal kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.

Untuk menunjang pembahasan lebih professional, BI menghadirkan beberapa tokoh ekonomi nasional, diantaranya, Direktur DKem BI, Yoga Affandi, Dupeti Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, Gubernur Jateng, Ginanjar Pranowo dan pengamat ekonomi dari fakultas UI, Lana Sulistyaningsih dengan moderator dari Pimred Investor Daily dan Pimred Kontan dan Pimred Bisnis Indonesia. (*)

 

Penulis : Michael M

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait