Advetorial Berita Headline Berita Terkini 

Bangun Potensi Ekonomi, Telkomsel Hadir di Kampung Trikora

Telkomsel Program “Baktiku Negeriku”

CAHAYAKALTIM.com – Telkomsel melanjutkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Baktiku Negeriku” yang telah berlangsung sejak tahun lalu. Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui teknologi, pemberdayaan masyarakat serta pendidikan.

Khusus di Area Pamasuka, kegiatan dilaksanakan di Kepulauan Selayar di Desa Bonto Sunggu (20 – 22 Maret 2019), Labengki (27 – 29 Maret 2019) dan Kampung Trikora, Kaimana di Papua Barart (28 – 30 April 2019). R

Kegiatan Baktiku Negeriku di Kampung Trikora, Kaimana meliputi edukasi digital marketing, entrepreneurship, e-logistik, teknik fotografi, dan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai.

Telkomsel juga memberikan fasilitas Digital Center yang berisi dua unit komputer desktop, satu unit smart TV, koneksi internet selama satu tahun, yang diresmikan oleh Direktur Human Capital Management Telkomsel,Irfan  A. Tachrir, Asisten I Bupati Kaimana, Drs  Thamrin, Kepala Kampung Trikora, Hendriku  Ojanggai, S.I.P dan disaksikan oleh seluruh warga Kampung Trikora dengan dilaksanakannya simbolisasi pemotongan pita.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Irfan A. Tachrir, mengatakan, sebagai perusahaan yang beroperasi sangat dekat dengan masyarakat, Telkomsel ingin memberikan manfaat yang lebih kepada lingkungannya.

“Kami harap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi, namun juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Irfan.

“Baktiku Negeriku” diadakan dengan berbagai aktivitas, seperti kerja sukarela karyawan (employee volunteering), dimana karyawan Telkomsel terpilih akan melakukan sosialisasi pemasaran hasil daerah menggunakan internet melalui edukasi Digital Marketing, e-Logistics, Entrepreneurships, Photography, serta pemanfaatan aplikasi LinkAja untuk mendorong kemajuan desa melalui pemanfaatan teknologi digital.

“ini juga meliputi pelatihan bagi anak muda setempat mengenai pemanfaatan teknologi informasi yang melibatkan masyarakat lokal (local youth empowerment). Setelah mendapatkan pelatihan, mereka diharapkan dapat menjadi “agen perubahan” yang akan memimpin komunitas lokal menuju kehidupan yang lebih baik dengan pemanfaatan teknologi,” ujar Irfan.

Program yang menyasar pertumbuhan berkelanjutan ini juga meliputi pembangunan dan renovasi fasilitas umum, pusat media dan edukasi warga, serta melakukan kegiatan sosial bersih-bersih pantai. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, akan dibangun juga pusat digital yang dilengkapi perangkat komputer dengan akses Wi-Fi. Pada pusat digital ini, para warga bisa belajar lebih banyak mengenai pemanfaatan teknologi digital dengan didampingi oleh agen perubahan setempat yang telah mendapatkan pelatihan dari Telkomsel. H

“Hal ini diharapkan mampu menginspirasi anak muda tersebut untuk kembali membangun desanya dengan segenap potensi dan kearifan lokal yang dimilikinya,” harap Irfan.

“Program ini sekaligus memberikan kesempatan kepada karyawan Telkomsel untuk mengasah diri dan meningkatkan kemampuan untuk bisa turun tangan memberikan kontribusi yang positif secara langsung kepada masyarakat. Kami pun berharap program ini dapat mempererat komunikasi yang terjalin antara karyawan Telkomsel dengan masyarakat setempat,” tutup Irfan.

Persiapan “Baktiku Negeriku” diawali dengan survey serta pemetaan pemilihan lokasi sesuai tujuan program. Lokasi terpilih merupakan daerah-daerah dengan taraf kehidupan masyarakat yang relatif rendah namun memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang unik.

Pada tahun 2019 ini, “Baktiku Negeriku” dilaksanakan di 10 titik yang tersebar di seluruh Indonesia diantaranya Samosir, Sawah Lunto/Kumbayao, Purwakarta, Garut, Cianjur, Tabanan, Mandalika, Selayar, Labengki, dan ditutup di Kaimana. Untuk memperluas pembangunan potensi ekonomi masyarakat Indonesia, ke depannya program ini ke depannya akan dilanjutkan untuk berbagai wilayah pelosok lainnya. (***)

Editor : Michael M

Berita Terkait