Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Beberapa Menteri dan Pejabat Pemerintah bahas ekonomi Kaltim

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Mendorong percepatan pembangunan infrastruktur energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berlanjutan, serta meningkatkan diversifikasi sumber daya ekonomi di Kalimantan serta perekonomian secara nasional, merupakan permulaan yang perlu dilakukan koordinasi disetiap instansi pemerintah terkait.

Hal tersebut merupakan latar belakang Rapat koordinasi pemerintah pusat dan daerah (Rakorpusda) dan Bank Indonesia, di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan berlangsung pada  Jumat, 14 Juli 2017, di Hotel Grand Sanyiur, yang dimoderatori oleh Dupeti Director, Plt Kepala Grup Departemen Komunikasi Andiwiana.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengungkapkan, rapat koordinasi ini, intinya akan membahas beberapa poin penting, seperti Membahas berbagai permasalahan dan tantangan serta rekomendasi dalam mewujudkan sinergi kebijakan makro ekonomi, sektoral, dan strategi pembiayaan infrestruktur energy.

“Beberapa Menteri dan seluruh kepala daerah di Kalimantan. Menteri Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan akan hadir secara langsung dan juga ada Menteri Keuangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan pejabat dari Kementerian ESDM,” kata Dody, dalam konfrensi pers di Hotel Grand Sanyiur Balikpapan, Kamis (13/7/2017).

Senada juga diungkapkan Rapat koordinasi tersebut nantinya akan membahas, merencanakan dan membuat kesepakatan bersama.

“Kesepakatan yang dihasilakan nanti akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang konsisten  yang saling bersinergi dengan implementasi tepat waktu dan terukur sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ungkap Dody.

Beberapa materi yang akan menjadi pembahasan nanti, Dody mengungkapkan diantaranya seperti, Mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional, termasuk di Kalimantan dalam mendukung proses hilirisasi berbasis sumber daya alam.

Selain itu juga Rakor ini akan membicarakan tentang konsistensi dukungan dari pemerintah daerah dalam proses pengadaan tanah untuk proyek kelistrikan dan mendiskusikan soal komitmen pemerintah daerah dan dinas terkait dalam penyederhanaan proses perizinan, antara lain melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk perbaikan iklim investasi. Serta mendorong partisipasi aktif daerah dalam merespons berbagai insentif yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat agar pengembangan infrastruktur energi di daerah dapat dilakukan dengan lebih cepat.

“Ise tentang ekonomi Kaltim maupun  Kalimantan secara keseluruhan juga akan menjadi salah satu topik pembahasan. Dimana Kaltim dengan potensi sumber daya alamnya yang cukup tinggi, namun ekonomi Kaltim mengalami penurunan,” ujar Dody.

Sementara itu, Asisten Depertemen Bidang Pertambangan dan Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Yudi Prabangkara, mengungkapkan, akan membahas strategi koordinasi pusat dan daerah untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kesepakatan yang akan dicapai dalam Rakor ini, akan dijadikan poin utama pemerintah pusat, dan akan dikawal terus untuk quick win yang membuat permanen pertumbuhan Kaltim maupun Kalimantan secara keseluruhan,” tambah Yudi.

Sedangkan menurut Chief Economist dan Directur for Investor Relation PT Bahana TCW, Budi Hikmat, mengatakan, sebagai salah satu pembicara dalam Rakor BI di Balikpapan ini, dirinya akan memberikan materi bagaimana mengantisipasi menurunnya ekonomi dan cara mengatasinya dengan berinvestasi.

“Menabung bukan salah satu meningkatkan atau menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat tetapi Investasi lah yang bisa mengatasi masalah ekonomi di daerah,” singkat Budi. (*)

Penulis : Michael M

Editor : Mailangkay M

Berita Terkait