Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Beraksi Ditempat Ibadah, Maling Spesial Pecah Kaca Mobil Diringkus

 

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim), berhasil meringkus pelaku spesialis pencuiran dengan memecahkan kaca mobil hanya menggunakan serpihan keramik dari busi yang sudah dipecahkan.

Tersangka bernama Andi Fhauzi (34), seroang pendatang dari Sulawesi Selatan yang menyewa tempat tinggal di kawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Penangkapan terhadap Andi dilakukan polisi setelah menerima laporan dari beberapa korban di Polres Penajam Paser Utara (PPU).

“Bekerjasama dengan Polres PPU, kami (Diteskrimum Polda Kaltim) setelah menerima laporan kasus pencurian dan pemberatan (Curat), langsung dilakukan penyelidikan dengan menyisir dan memantau beberapa tempat ibadah di kawasan PPU maupun di Balikpapan,” kata Direskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Kombes Pol Andhi Triastanto, kepada cahayakaltim.com, Rabu (6/3/2019).

Modus yang dilakukan tersangka, ketika korban sedang mampir untuk Sholat di Masjid, meninggalkan kendaraan di halaman parkir. Tersangka kemudian langsung mendekati mobil yang ditinggal korban dan langsung memecahkan kaca dengan serpihan marmer dari busi dan mengambil barang berharga.

“Tersangka bekerja sendiri. Dan ada 7 tempat kejadian yang diakui. Sejauh ini, masih kami kembangkan penyelidikannya,” ujaar Andhi Triastanto.

Dari tangan tersangka, polisi menemukan beberapa ponsel hasil kejahatan tersangka dan sebuah dompet yang berisi uang jutaan rupiah.

Aksi pencurian ini tak berlangsung lama, hanya hitungan detik pelaku bisa mencuri tas yang ada di dalam mobil korban. Pelaku menggunakan serpihan kaca dari busi yang dilempar sehingga menyebabkan kaca mobil retak. Lalu dengan menggunakan tangan kosong, tersangka mendorong kaca mobil yang pecah.

Tersangka mengaku mengetahui cara memecahkan kaca mobil lewat temannya dan juga menonton di media social yakni Youtube. Dia mengaku baru hampir 2 bulan beraksi.

“Saya diberitahu teman dan juga nonton youtube. Saya pertama kali melakukannya di sebuah halaman parkir Mesjid di Tanjung. Selain juga juga saya beraksi di Grogot, Kuaro dan Penajam,” ungkap Andi, kepada cahayakaltim.com.

Hasil kejahatannya dijadikan uang untuk keperluannya sehari-hari. Dimana tersangka menjual barang curiannya di beberapa konter di Balikpapan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencuri. (*)

Penulisi : Michael/Resy WS (Echy)

Editor : Michael M

Berita Terkait