Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Berkode ‘Pasien’ Otak Bisnis Pijat Plus Lewat Medsos Ditangkap Polres Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Tim Tipter (Tindak pidana tertentu) Polres Balikpapan yang dipimpin Ipda Heny Purba, berhasil menciduk jaringan bisnis prostitusi berkedok pijat di Kota Balikpapan.

Pria berinisial Ak atau sering dipanggil Abah kumis (53) merupakan warga Muara Rapak, Balikpapan Utara ini, bertindak sebagai adminiatrator grup di salah satu media sosial yakni Facebook bernama Gay Pijat Balikpapan.

Menurut Heny Purba awal penangkapan admin pijat plus ini, berawal dari informasi dari masyarakat dan langaung dilakukan investigasi serta berkonaultasi dengan ahli yang  menyatakan terpenuhi unsur pidana kesusilaannya.

“Ak ini sebagai admin grup di FB. Biasanya para pelanggannya beenegosiasi melalui chating di medsos tersebut. Disana terjadi negosiasi harga. AK sendiri memasang tarif pijat Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, sekali melakukan pelayanan,” kata Heny, kepada cahayakaltim.com, Rabu (28/11/2018).

Modus yang dilakukan AK, sendiri dengan menggunakan dunia maya untuk mencari pasien. Apa bila cocok mereka langsung melakukan, kontak telpon dan menentukan dimana lokasi untuk pijat Ak.

Sementara itu AK mengatakan ketika menerima pasien dia harus berpenampilan menarik, rapi dan wangi. “Harus bersih dan rapi. Biar tamu nyaman. Ditambah dengan modal hand body atau minyak zaitun, yang harum untuk pijitnya,” kata AK.

Ditanya apa pernah melayani service oleh para awak media AK mengatakan pernah tetapi hanya oral seks saja.

Pria yang mempunyai anak 3 ini mengatakan, menerima pelanggan pria untuk memijat baru 3 tahun ini. “Saya pernah menerima pasien perempuan, saya kaget dan malah risih saya kira laki-laki,” ujarnya.

Untuk menadaptkan pelayanan pijat plus dari AK, pemwsan harua mengetahui kode yang dibuat yakni ”pasien’. Rata-rata pelanggannya berumur 40-50 tahun.

Dalam seminggu, AK menerima pasien 2 kali AK juga cukup selektif memilih pasiennya. Jarang sekali dia mau melayani jasa pijat di rumah, melainkan di hotel. “Yang penting pulang bawa uang bayar rumah, dan makan,” ulasnya.

AK tak pernah menyangka gara-gara akun facebook yang ia buat 3 tahun lalu itu, membuatnya mendekap di sel polres Balikpapan.

Sementara itu,  menurut Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra mengatakan terkait kasus ini, pihaknya sudah melakukan koordinaai dengan Pemkot Balikpapan dan DPRD Balilpapan untuk membuat perda atau Perwali terkait adanya komunitas LGBT. Karena, kasus ini berkaitan dengan kaum gay.

“Kami juga bersama pemerintah kota, DPRD sedang menggodok untuk membuat peraturan daerah atau perwali terkait dengan keberadaan dari pada kaum LGBT tersebut,” kata Wiwin.

AK dijerat oleh pasal 29 Jo pasal 4 ayat 1 atau pasal 35 Jo pasal 9 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, dan pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

“Ancaman hukuman sendiri 5 tahun,” tutup Wiwin. (*)

Penulis : Echi

Editor : Michael M

Berita Terkait