Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

BI Fintech berharap informasi dari masyarakat

BANDUNG, CAHAYAKALTIM.com–Seiring dengan perkembangan technologi yang cukup pesat, Bank Indonesia selaku salah satu pemegang otoritas sistem pembayaran, membentuk devisi baru yang disebut, BI Financial Technologi Office (Fintech) sejak bulan November 2016 lalu.

Dioperasikan BI-Fintech office ini, masih terus melakukan sosialisasi akan fungsi devisi ini dalam membentuk sebuah wadah asesmen, mitigasi risiko, dan evaluasi atas model bisnis dan produk/layanan dari Fintech, serta inisiator riset terkait kegiatan layanan keuangan berbasis teknologi.

Manager BI-Fintech Office, Kuauma Ayu Kinanti, menerangkan BI mensukung perkembangan transaksi keuangan berbasis teknologi yang sehat. Ini juga dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan pengelolahan reaiko dengan mengedapankan perlindungan konsumen.

“Kami (BI Fintech) hanya memfasilitasi perkembangan inovasi dalam ekosistem keuangan berbasis teknologi di Indonesia dan mempersiapkan Indonesia untuk mengoptimalkan perkembangan teknologi dalam rangka pengembangan perekonomian,” kata Kusuma Ayu, kepada cahayakaltim.com, Selasa (14/2/2017).

BI Fintech ini juga dapat meningkatkan daya saing industri keuangan berbasis teknologi Indonesia, serta menyerap informasi dan memberikan umpan balik untuk mendukung perumusan kebijakan BI, sebagai respons terhadap perkembangan berbasis teknologi.

“Mencapai tujuan tersebut, Fintech Office berfungsi sebagai katalisator atau fasilitator, business intelligence, asesmen serta sebagai koordinasi dan komunikasi,” ujar Kusuma Ayu.

Sejak dioperasikan, BI-Fintech Office, dengan dilengkapi regulatory sandbox yang diberlakukan agar pelaku fintech, yang kebanyakan adalah perusahaan startup dengan skala kecil, mendapatkan kesempatan untuk mematangkan konsep dan berkembang dengan sehat serta pada waktunya mampu menyediakan layanan finansial yang aman kepada masyarakat.

“Dengan regulatory sandbox, Fintech Office akan menjadi ujung tombak BI dalam memahami fintech untuk selanjutnya menyediakan pengaturan yang mampu memberikan dukungan optimal bagi perkembangannya. BI Fintech Office juga juga akan menjadi wadah untuk pertukaran ide inovatif antara pelaku Fintech sekaligus kolaborasi antar pelaku Fintech dan regulator,” terang Kusuma Ayu.

Sejauh ini BI-Fintech sudah melakukan pemetaan terhadap penyelenggara transaksi berbasis teknologi di Indonesia. Dimana menurut Kusuma Ayu, pihaknya belum meregistrasi semuanya namun sangat diharapkan keterlibatan konsumen atau masyarakat untuk memberikan informasi terkait para penyelenggara transaksi berbasis teknologi ini.

“Memang belum semua terdaftar. Namun mayoritas perusahan Fintech di Indonesia bergerak dalam kategori payment, clearing dan sattlement. Kami sangat berharap adanya informasi dari konsumen atau masyarakat bila menemukan perusahan fintech yang belum kami ketahui,” imbah Kusuma Ayu.

Penulis : Michael M
Editor : Michael Mailangkay

Berita Terkait