Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

BI : Keuangan Balikpapan mulai positif

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Di tengah peluang perbaikan prospek ekonomi nasional, risiko yang masih perlu diwaspadai adalah prospek pertumbuhan ekonomi 2017 yang akan terpengaruh oleh masih berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan.

Asisten Direktur Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas, meneranglan, konsolidasi korporasi berdampak pada investasi dan konsumsi rumah tangga, sedangkan konsolidasi di sektor perbankan berpengaruh pada ekspansi kredit.

“Tekanan inflasi karena kebijakan harga BBM dan TTL juga masih perlu diwaspadai,” kata Thomy, kepada cahayakaltim.com, Rabu (26/4/2017).

Prospek perekonomian Kota Balikpapan di tahun 2017 diperkirakan akan meningkat di level 1,7-2,1% dengan faktor pendorong antara lain rencana penambahan kapasitas produksi kilang minyak di Kota Balikpapan dan mulai meningkatnya kegiatan investasi. Pada saat yang sama, Tingkat inflasi Balikpapan di bulan Maret 2017 relatif lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar -0,03% (mtm), 4,69 (yoy) atau 0,78% secara year to date.

“Namun demikian dalam satu tahun terakhir, secara tahunan (yoy), terjadi pergeseran karakter kelompok penyumbang inflasi di Balikpapan dari sebelumnya volatile food menjadi administered price,” kata Thomy.

Dengan berbagai rencana investasi di Kota Balikpapan, diprediksi ke depan prospek kinerja lembaga keuangan di Balikpapan akan membaik.

Saat ini, lanjut Thomy, meski NPL perbankan masih diwarnai imbas dari penurunan Sektor Pertambangan, namun kinerja penghimpunan dana perbankan dan penyaluran kredit di Balikpapan pda bulan Maret 2017 mulai mengalami peningkatan setelah tren pelambatan sepanjang tahun 2016 yaitu sebesar 0,83% (yoy) dan 1,2% (yoy).

“Dari sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah, dibandingkan dengan Tw IV/2016, jumlah uang kartal yang beredar di wilker KPW BI Balikpapan selama Tw I/2017 mengalami penurunan mengikuti efek seasonal yang relatif lebih rendah di awal tahun,” ujarnya.

“Sementara itu rasio pemusnahan uang terhadap inflow meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” lanjut Thomy.

Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan di daerah juga akan melanjutkan koordinasibersama Pemerintah khususnya Pemerintah Kota dalam rangka pengendalian inflasi agar tetap berada pada kisaran sasaran dan mendorong kelanjutan reformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
Penulis : alfian t
Editor : M Mailangkay

Berita Terkait