Berita Terkini Opini 

Bijak dalam menggunakan Medsos

PESATNYA perkembangan peradaban manusia dewasa ini salah satunya diakibatkan oleh proses penyampaian informasi yang berjalan begitu lancar. Di jaman yang serba modern ini segala macam informasi dengan mudah dapat kita peroleh melalui berbagai media contohnya untuk media non elektronik adalah koran dan majalah sedangkan media elektronik adalah komputer PC/laptop yang dilengkapi dengan jaringan internet, seakan tanpa terhalang jarak dan waktu semua informasi tersebut bisa dengan cepat diterima kapanpun dan dimanapun.

Sekarang ini perkembangan teknologi dibidang komunikasi berevolusi yang dulunya kita hanya mengenal jaringan telepon namun sekarang berevolusi kedunia maya yang lebih kita kenal dengan media sosial.

Media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online dengan menggunakan jaringan internet, yang memungkinkan manusia saling berinteraksi tanpa spasi dan waktu serta batas tertentu.

Kita mengenal beberapa media sosial yang dapat dikelompokan menjadi beberapa bagian besar, diantaranya ;

  1. Jaringan Soscial, media sosial untuk bersosialisasi dan saling bertingkat facebook, myspace, Hi5, linked in, bebo, dan sebagainya.
  2. Diskusikan, media sosial yang memudahkan orang untuk melakukan obrolan dan diskusi google talk, yahoo! M, skype, phorum.
  3. Berbagi, media sosial yang sangat kita saling berbagi file, video, music, yuotube, instagram, snapchat dan sebagainya.
  4. Publish (wordpreds, wikipedia, blog, wikia, digg).
  5. Game sosial, media sosial permainan yang bisa dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com).
  6. MMo (kartrider, warcraft, neopets, canon).
  7. Dunia maya (habbo, imvu, starday).
  8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, lisream livecastr).
  9. Livestream (sosialisasi, froendsfreed, socialthings).
  10. Blog mikro (twitter, plurk, pownce, twinxr, plazes, tweetpeek).

Diantara dari kelompok medsos tersebut, paling banyak digunakan untuk melakukan interaksi antara lain yaitu facebook, instagram, bbm, line, path, twitter, whatssapp. Biasanya dalam satu kelompok atau group menggunakan whatsapp, line, bbm dan dan lain-lain.

Penggunaan medsos ini diperuntukan untuk kebaikan, pekerjaan yang kemudahan untuk saling berinteraksi dan bekomunikasi satu sama lain dimanapun berada dan kapanpun tanpa mengenal jarak dan waktu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan medsoa sebagai media perantara baik untuk memasarakan dagang koneksi pertemanan baik dalam negeri bahkan luar negeri, menjadi sarana untuk mengirim data dan masih banyak lagi kegunaan lainya.

Namun adakalanya dalam penggunaan medsos berlebihan akan menyebabkan pengguna menjadi kecanduan hingga berakibat sulit bergaul di dunia nyata, autis dan masih banyak lagi pengaruh-pengaruh yang tidak baik untuk pengguna.

Seiring dengan perkembangannya media sosial yang pada hakekatnya berguna untuk kebaikan namun masih banyak orang-orang yang menyalahgunakan medsos untuk hal-hal yang negatif seperti pornografi, judi online, penipuan dan pemerasan, menfitnah terhadap individu atau kelompok, informasi yang berbau SARA, menyebarkan berita HoAX.

Meskipun kita dapat saling menghargai dunia maya tanpa batas dan waktu melalui medsos, namun kita dibatasi oleh UUDasar RI Nomor 11 Tahun 2008 perubahan UU Dasar RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) khususnya pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan ancamannya maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp.1 miliar’.

Selain pada pasal ini masih banyak lagi aturan yang mengatur tentang larangan-larangan dan ancaman yang kita usulkan menyalahgunakan medsosjadi marilah kita menggunakan medaoa dengan bijak agar kita terhindar dari jeratan Hukum.

Ada beberapa trik singkat untuk agar terhindar dari jerataran hukum ITE, antara lain :

  • Pengguna medsos harus fokus pada masalah, tidak melebar.
  • Tulisan yang dibuat pengguna medsos harus diisi dengan fakta dan data.
  • Bila ada berita atau foto serta video yang ragu akan kebenarannya, carilah pembandingnya melalui google atau sumber lain yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  • Dalam menulis tidak perlu mengkritisi tapi juga memberikan solusi yang dikritisi pengguna medsos harus mau terbuka pada saran dan masukan nitizen lain.
  • Jangan ragu untuk meminta maaf bila kita salah tulis karena menimbulkan opini publik yang berdampak seseorang atau kelompok tertentu.
  • Jangan ragu untuk menawar kesalahan dan minta maaf.

Untuk memeberikan contoh yang baik terhadap masyarakat, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran yang mengatur penggunaan media sosial bagi personel Polri. Tujuan ‎mengingatkan personel yang sopan dalam menggunakan media sosial.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan akhir Juni 2016 berisi himauan agar anggota Polri bijak menggunakan media sosial, yang berisi :

  1. Anggota dilarang menggugah dan menyebarkan foto atau video ke media sosial yang berbaur pornografi.
  2. Anggota dilarang membuat tulisan atau komentar maupun perbuatan yang dapat menimbulkan rasa kebencian.
  3. Anggota dilarang membuat dan menyebarkan tulisan terkait pelaksanaan tugas kepolisian yang sifatnya rahasia.
  4. Anggota dilarang menggunggah dan menyebarkan foto atau video terkait pelaksanaan tugas Polri yang bersifat rahasia.
  5. Anggota dilarang menggunggah dan menyebarkan perilaku gaya hidup mewah atau hedonisme dalam bentuk foto dan video‎.

Tentu surat edaran tersebut memiliki sanksi berat terhadap personil yang berprilaku hedon negatif di medsos. akan langsung ditindak tegas lewat sidang disiplin.

Sebelumnya, Kapolri sebelum Jenderal Tito, yakni Kapolri Jendral Badrodin Haiti, juga menerbitkan surat edaran yang mengatur segala ujaran yang bernada menghina, mencaci bisa ditindak hukum oleh Polri, termasuk yang disebar di media sosial (medsos).

Surat Edaran Kapolri No SE/06/X/2015 soal Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech) ini, untuk menjerat orang yang menyebarkan kebencian.

Surat edaran itu telah dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kapolri pada 8 Oktober lalu. Kapolri saat itu, beralasan edaran itu untuk melindungi anggotanya dalam menegakkan hukum. Dalam surat edaran tersebut, penebar kebencian bisa diancam pidana jika tidak mengindahkan teguran dari kepolisian.

Dimana penegakan hukum sesuai dengan, KUHP, UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU No 7/2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 8/2013 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial. Jika ditemukan adanya potensi tindakan yang mengarah pada ujaran kebencian, maka polisi wajib untuk melakukan pengawasan, pendekatan, mediasi serta mencarikan solusi. Apabila tindakan preventif di atas tidak juga menyesaikan persoalan, maka sesuai dengan surat edaran tersebut, polisi dapat mengambil langkah penegakan hukum. Dalam SE itu tidak disebutkan perlunya laporan dari pihak yang dirugikan.

Dengan SE Kapolri ini diharapkan masyarakat lebih paham bahwa ujaran-ujaran yang mengandung kebencian itu tidak boleh diutarakan. SE Kapolri ini juga bisa memperteguh posisi polisi dalam menegakkan hukum.

Realitas media sosial dewasa ini, ujaran di dunia maya kian riuh dengan ujaran kebencian, hinaan, atau berita bohong. Tentu ini perlu penanganan agar media sosial internet menjadi lebih sehat. Semua pengguna media sosial kini harus bertanggung jawab terhadap apa yang dia lontarkan. Apalagi bila opini tidak diperlakukan dengan benar, bisa membikin keresahan sosial. Untuk itulah, masyarakat tidak boleh sembarangan menebarkan sikap-sikap permusuhan, kebencian, melalui tulisan-tulisan di media sosial, karena hukum bisa menjerat.

Ingat ‘jarimu adalah Harimaumu’.

Oleh : Dr. Piatur Pangaribuan A.Md. SH. MH. (Rektor Uniba)

Berita Terkait