Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Curanmor, Curat, judi hingga Narkoba diungkap Polres Balikpapan hanya sebulan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Jajaran Polres Balikpapan selama bulan Oktober yang lalu berhasil mengungkap berbagai tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Kota Balikpapan.

Hasil dari upaya polisi dalam mengungkap berbagai tindak kriminal itu secara resmi direlease di hadapan sejumlah awak media yang digelar di halaman Polres Balikpapan, Kamis sore (02/11/2017).

Acara konpresi pers ini dipimpin langsung Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta, Waka Polres Balikpapan Kompol Jolanda Sebayang, Kabagops Polres Balikpapan Kompol Supriyanto, para Kasat dan sejumlah Kapolsek turut hadir pada acara tersebut.

Di hadapan awak media, Wiwin Firta menyampaikan, bahwa selama bulan Oktober jajarannya berhasil mengungkap tindak kejahatan, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, penganiyaan berat, perjudian dan narkoba.

Selain itu ada pula tindak kejahatan peredaran uang palsu, perjudian togel dan perjudian dengan kartu remi, kepemilikan senjata tajam, peredaran VCD porno, penertiban juru pakir liar, pemabuk dan premanisme.

Wiwin Firta menyebut, dari hasil tangkapan yang dilakukan jajarannya, ada sebanyak 12 unit sepeda motor yang berhasil diamankan. Ke 12 itu merupakan hasil pencurian dengan kekerasan dan ada pula pencurian kendaraan bermotor.

Untuk pelaku tindak pencurian dengan kekerasan dengan barang bukti sepeda motor pelakunya sudah ditangkap. Ia adalah Roby Sugara.

Roby melakukan kejahatan di dua tempat yang berbeda dengan modus berpura pura meminjam motor kepada korban. Lalu setelah dipinjamkan, sepeda motornya tidak dikembalikan.

“Tindakan curanmor ada dua di lokasi. Kejadian yang pertama di Telindung tangki satu, pada 7 Oktober 2017 sekitar pukul 21.00 dan kejadian yang ke dua terjadi tak jauh dari Tugu Adipura pada 30 Oktober 2017 sekitar pukul 03.00,” ujar Wiwin Firta.

Begitu pula dengan tindak pencurian dengan pemberatan. Juga berhasil ditangkap polisi. Modusnya adalah mencuri barang barang berharga di sebuah rumah yang kebetulan dalam keadaan kosong. Lokasinya adalah di perumahan mewah di Komplek Taman Sari Bukit Mutiara, Balikpapan Utara.

Pelaku pencurian dengan pemberatan ini dilakukan oleh Adi. Adi adalah pelaku tunggal dalam menjalani aksi kejahatannya. Selama melakukan pencurian, sasarannya adalah rumah rumah kosong dan dilakukanya di siang hari.

Hasil tindak pencurian yang dilakukan Adi itu berupa 6 unit laptop, 22 buah hand phone dan perhiasan yang sudah dilebur. Adi berhasil ditangkap polisi dan turut pula diamankan 4 orang yang diduga sebagai penadah barang hasil curian yang dilakukan Adi.

Selain pencurian dengan kekerasan dan pemberatan, polisi juga menangkap pengedar uang palsu. Pelakunya adalah Sri Madiati. Ia berhasil ditangkap polisi karena terbukti menggunakan uang palsu. Tertangkapnya Sri ini berawal dari laporan seorang pedagang emas di Plaza Rapak.

“Ketika Sri membeli kalung dan liontin di salah satu toko emas di Plaza Rapak, ia menggunakan uang palsu. Namun penjual emas mengetahui bahwa ia membeli dengan uang palsu. Sontak penjual emas itu melakukan peristiwa ini ke Polsek Balikpapan Utara,” ujar Wiwin Firta lagi.

Dalam konfrensi pers ini pula, sempat diperihatkan sejumlah barang bukti, mulai dari para pelaku kejahatan, 12 unit sepeda motor, 6 unit laptop, 22 unit hand phobe, 2 poket sabu sabu, senjata tajam, uang dan kartu remi dari perjudian serta ada pula 6 unit modul penguat sinyal hand phone.

Uniknya, pelaku pencurian modul penguat sinyal hand phone tersebut juga merupakan teknisi yang memasangnya.

“Pelakunya adalah teknisinya itu sendiri. Dia berhasil mencuri alat tersebut di 60 tower yang ada di Balikpapan. Sebagian alat yang dicurinya itu telah ia jual. Saat ini masih melakukan perkembangan,” ujarnya.

Wiwin Firta juga berpesan kepada warga Balikpapan, agar saat meninggalkan rumah, betul betul memperhatikan kondisi keamanan di dalam rumah dan perhatikan seluruh pintu dan jendela agar selalu dalam keadaan terkunci.

“Kalau perlu pemilik rumah memasang CCTV. Alat ini sangat membantu polisi apabila ada tindak kriminal di rumah tersebut,” ujarnya.

Kepada para korban curanmor, Wiwin meminta kepada pemiliknya untuk datang langsung ke Polres Balikpapan.

“Silahkan datang ke sini untuk para korban curanmor. Syaratnya hanya cukup membawa dokumen, seperti STNK dan BPKB. Dan pengambilan barang bukti ini tidak dipungut biaya,” imbuhnya

Ia juga mengatakan, keberhasilan Polres Balikpapan dalam mengungkap berbagai tindak kejahatan itu tak lepas dari peran serta masyarakat. Dimana segala laporan dari warga pasti akan ditindaklanjuti.

“Silahkan hubungi Bhanbinkantibmas. Atau hubungi kantor polisi terdekat atau bisa pula menghubungi saya. Kami selalu siap menerima segala bentuk laporan dari masyarakar,” pungkasnya. (*)

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait