Advetorial Berita Terkini 

Dihadiri Marshanda, seminar GPAN bersemangat

CAHAYAKALTIM.com--Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) menggelar seminar dengan tema Solusi Bagi Korban dan Pecandu Narkoba, yang dilaksanakan di Aula Dit Narkoba Bareskrim Polri Jakarta,  Sabtu pagi (7/10/2017).

Ratusan orang yang hadir tampak antusias mengikuti Seminar ini. Tampil sebagai nara sumber adalah Komjen Pol (P) Drs Anang Iskandar dan keynote speaker Brigjen Pol (P) Drs Siswandi. Keduanya adalah perwira tinggi di Polri yang dikenal sebagai polisi spesialis pemberantasan narkoba di Indonesia.

Dalam paparannya Anang Iskandar menyampaikan bahwa korban penyalah guna dan pecandu narkoba  wajib direhabilitasi bukan dipenjara. “Rehabilitasi juga merupakan hukuman bagi penggunannya,” ujar mantan Kepala BNN itu.

Lebih lanjut Anang Iskandar mengatakan pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 6,4juta jiwa saat ini. “Angkanya terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan bukan hanya di ibukota saja. Tetapi narkoba sudah menyebar ke berbagai wilayah di tanah air,” ujar purnawiran polisi bintang tiga tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Siswandi juga menyampaikan bahwa para pecandu narkoba selain direhabilitasi dan diobati berbeda perlakuannya dengan pengedar narkoba.

“Sampai sekarang masih ada beberapa bandar besar yang sudah divonis mati, tetapi belum juga dilakukan hukuman mati itu,” ujar Siswandi.

Hukuman mati bagi pengedar narkoba dinilai sudah ideal berdasarkan Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Di dalam undang-undang itu juga disebutkan bahwa pengguna narkoba merupakan korban, sehingga wajib diobati.

Seminar yang diketuai H Pranajaya itu juga menghadirkan artis cantik Marshanda. Kehadiran Marshanda pada seminar ini tentu membuat suasana semakin meriah, mengingat ia sekarang jarang tampil dilayar televisi.

Menurut Marshanda orang-orang yang terkena narkoba kalau di pergaulan itu merasa minder ingin mendapat pengakuan dari teman-teman.

“Jadi jika ingin terhindar narkoba harus punya aktifitas  sendiri yang rutin dilakukan. Dan di sekolah harus punya prestasi, itu ada rasa percaya diri yang mengatakan kalau gue gak perlu narkoba. Malah ini bisa menjadi inspirasi buat yang lain,” ujar Marshanda.

Ia juga mengatakan seandainya narkoba mampir pada teman, Marshanda menyarankan agar lebih baik jangan menasehati. Itu karena kesembuhan orang yang sudah ketergantungan harus lewat diri sendiri.

“Saya orang yang percaya kalau kita tidak bisa menolong orang lain, kalau dia tak mau menolong dirinya sendiri. Jadi saya selalu ada dan siap buat teman yang mau menolong dirinya sendiri,” pungkasnya. (***)

 

Editor : Alfian Tamzil

Berita Terkait