Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Direskoba Gagalkan Peredaran 17 Kg Sabu di Kaltim

Tangkapan Terbesar Polda Kaltim

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Perang terhadap narkoba terus lakukan pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Baru-baru ini, jajaran Direktorat Narkoba Polda Kaltim, berhasil menyita sedikitnya 17 Kilogram Sabu asal Tawau yang berhasil masuk di Bumi Etam siap edar.

Pengungkapan narkoba yang jumlahnya cukup banyak di awal tahun 2019 ini, menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol  Akhmad Shauri, berkat informasi dari masyarakat tentang adanya sebuah gudang di Dusun Tanjung Berukang, Desa Sepatin Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, menyimpan narkoba. Dari info tersebut, Tim Opsnal Resnarkoba Polda Kaltim berkoordinasi dengan Polairud Polres Kukar guna melakukan penyelidikan.

“Informasi itu kami kembangkan. Dan setelah memastikan adanya barang tersebut (narkoba) kami langsung melakukan penggrebekan dan menemukan 12 Kg sabu. Kami juga menangkap dua tersangka serta beberapa barang buktim lainnya,” kata Akhmad Shauri, kepada cahayakaltim.com, Senin (4/2/2019).

Dua pelaku yang berhasil diamankan yang diduga pemilik 12 Kg Sabu siap edar tersebut, bernama bernama Solikin (33) dan Syamsul (37). Keduanya merupakan warga Anggana.

Penyelidikan ternyata tak sampai disitu. Polisi yang mengintrogasi kedua tersangka, menemukan petunjuk baru. Dan petunjuk tersebut mengarah ke seorang warga di Balikpapan.

Tak menunggu lama, tim Direskoba Polda Kaltim, langsung bergerak dan mencari salah satu rekan kedua tersangka tersebut di Kota Balikpapan. Tersangka lain bernama Mulyadi (45). Dia bersembunyi di sebuah rumah kos di kawasan Markoni.

Saat menangkap Mulyadi, polisi hanya menemukan 1 paket sabu, timbangan digital dan alat hisap. Setelah dilakukannya pendalaman oleh petugas akhirnya Mulyadi pun buka suara dan menggiring petugas ke Perumahan Bukit Hijau KM 8, Balikpapan Utara. Di tempat tersebut, Mulyadi mengaku menyimpan sabu sebanyak 4 bungkus plastik atau seberat 4 Kg.

“Dari sejarah penangkapan di wilayah Polda Kaltim, ini merupakan yang terbesar. Namun barang ini menurut pengakuan dari tersangka berasal dari Tawaw, Malaysia. Barang ini akan diedarkan di Kota Samarinda, Balikpapan dan di Sulawesi Selatan. Mereka ini juga merupakan  jaringan internasional, ” kata Akhmad.

Sementara itu Solikin tersangka pemilik 12 Kg Sabu saat di wawancara awak media, hanya bisa tertunduk lesu dan mengatakan bahwa barang haram tersebut bukan miliknya melainkan hanya dititipkan oleh orang yang tidak dikenal identitas namun dijanjikan akan di beri imbalan berupa sepetak tambak.

“Saya hanya dititipkan tas oleh Si Puding, saya juga tidak terlalu mengenal dia. Dia hanya bilang dari Samarinda dan saya dijanjikan sepetak tambak olehnya,” ujar pria berambut gondrong tersebut sambil tertunduk.

Kendati demikian, ketiga tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara, 10 tahun smpai hukuman mati. (*)

Penulis :Echi

Editor : Michael M

Berita Terkait