Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Ditreskoba Musnahkan Narkoba Produksi Lokal

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Tim Opsnal Ditreskoba Polda Kaltim, berhasil menggrebek, pembuatan sabu home industri di jalan Elang Gang Ketapi RT 106 Sungai Pinang Dalam, Samarinda Utara, Kota Samarinda.

Tim opsnal Subdit I dan Subdit II Dit Resnarkoba menangkap sepasang kekasih, berinisial R (32) dan L (32).penggrebekan yang Dipimpin langsung oleh Kasubdit I AKBP Karyoto, mengamankan 4 paket sabu seberat 67,78 gram, 2 botol sabu cair, dan bahan untuk meracik sabu beserta peralatan produksinya.

“Tidak hanya sabu, saat menggeledah kamar, anggota menemukan baskom berisi peralatan yang diduga sebagai alat produksi sabu,” ujar Diresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury, kepada media.

Dari barang bukti dilapangan,seprrti air aki, alkohol 70 persen, cuka, pemutih pakean, pewarna makanan,pupuk aluminium nitrat, obat tetes mata, hingga soda kue , diduga jadi bahan dasar pembuatan sabu home industri, beserta cairan kimia.

“Saat tes narkoba di lapangan, Air ini dites positif sabu,” kata Shaury sambil menunjuk tabung yang berisi cairan bening positif mengandung metamfitamin dan bahan-bahan itu mudah sekali didapat.

Dari sisi penampilan fisik, pihak polda kaltim mengakui terdapat perbedaan. Seperti barang bukti sabu yang diamankan penyidik condong seperti pasir, sementara sabu yang biasa diamankan lebih keras seperti batu.

“Berbeda dengan sabu dari Tawau. Dari fisik lebih berpasir, kalau Malaysia berbatu jelasnya dan kami masih mendalami bagaimana proses pembuatan sabu ini,” jelasnya.

Sementara dari hasil keterangan tersangka,yang merupakan kurir sabu peralatan produksi sabu dititipi oleh rekannya berinisial D yang merupakan bandar dan saat ini menjadi burunan polisi.

“Pengakuanya (R) dia tak tahu peralatan ini. Tak pernah lihat sebelumnya, mengoperasionalkan juga tidak pernah. Setengah bulan lalu dititipi sama si D,” ujar Shaury.

Sementara pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup. (*)

Penulis : Michael/Echi

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait