Berita Terkini Ekobis 

Edukasi dan sosialisasi Telkomsel dinilai ‘baik’

Telkomsel 1TENGGARONG, CAHAYAKALTIM.comTelkomsel menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai pemanfaatan internet secara bertanggung jawab, aman, kreatif dan inspiratif (BAIK) di 12 kota di berbagai wilayah di Indonesia dan salah satunya di kota Tenggarong.

Hari pertama kegiatan disi dengan seminar Edukasi  #internetBAIK yang dilaksanakan di Ball Room Hotel Grand Fatma Tenggarong pada hari Selasa tanggal 9 Agustus 2016 dan diikuti oleh 350 peserta yang terdiri Kepala Sekolah, para guru dan murid serta perwakilan dari beberapa orang tua murid dan komunitas yang ada di kota Tenggarong dan sekitar nya.

Hadir saat membuka acara General Manager ICT Operation Kalimantan, Hersetyo Pramono, Plt Sekda Kukar Marli dan Kepala Dinas Pendidikan Kujar Wiyono.

Menurut General Manager ICT Operation Kalimantan, Hersetyo Pramono mengatakan, Kampanye atau pelatihan ini merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk membangun ekosistem digital yang positif dan konstruktif bagi masyarakat Indonesia.

“Kami menyadari bahwa salah satu pondasi terpenting dalam menciptakan ekosistim digital yang positif  dan konstruktif adalah karakter manusia sebagai penggunanya. Untuk itu sebelum smart village,  smart city dan smart country terbentuk maka yang perlu diwujudkan adalah smart people,” kata Hersetyo.

Sebagai operator seluler terdepan di tanah air, Telkomsel bertanggung jawab untuk mengedukasi dan memberikan teladan bagi masyarakat Indonesia  terkait penggunaan teknologi informasi dan komunikasi  yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui kagiatan ini,  Telkomsel mendorong anak-anak, orang tua dan guru untuk mampu memanfaatkan internet secara produktif, tidak terbatas sebagai pengguna namun juga untuk berkreasi  menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi  masyarakat.

Telkomsel Berbagi Ilmu

Kegiatan pelatihan internet yang berlangsung di kota Tenggarong 9-12 Agustus 2016 itu dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara H Marli.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara  sangat mendukung dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan pelatihan #internetBAIK di Kota Tenggarong ini.

“Kami berterima kasih karena Kota Tenggarong menjadi salah satu kota  yang dipilih untuk kegiatan ini. Saya yakin kegiatan ini akan membawa dampak pengetahuan yang sangat luar biasa bagi seluruh peserta, baik pelajar, guru, kepala sekolah, dan orang tua,” kata Marli, menyambung isi sambutan tertulis Bupati Kukar, Rita Widyasari.

Kampanye pemanfaatan internet secara BAIK  atau bertanggung jawab, aman,  inspiratif dan kreatif harus ditanamkan di tengah masyarakat. Bertanggung jawab artinya harus memanfaatkan internet secara tepat  sesuai dengan norma dan etika. Kemudian aman berarti  pengguna internet  terlindungi dari segala potensi  kejahatan dan dampak buruk  dari internet.

Kemudian Inspiratif berarti mendorong pemanfaatan internet untuk hal-hal yang positif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pengguna orang di sekitarnya. Sementara kreatif berarti menciptakan ekosistim digital yang produktif  sebagai wadah pengembangan daya cipta dan kreasi  yang bermanfaat secara luas bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaanya kegiatan ini melibatkan ICT Watch, Yayasan Kita dan Buah Hati, serta Kakatu sebagai mitra yang berkompeten dan memiliki concern yang tinggi terhadap pemanfaatan internet secara BAIK.

Kegiatan seminar diisi mengenai literasi digital, isu seputar orang tua dan kebijakan publik.

Pada hari kedua dan ketiga diadakan kelas pelatihan untuk pelatih dengan format yang memenuhi standar ‘micro-teaching’, dikhususkan untuk membekali dan menyiapkan duta internet BAIK dalam menjalankan proyek kolaborasi di masing-masing kota dengan memanfaatkan aplikasi mobile yang ada.

Kepala Sekolah SMPN 3 Tenggarong Seberang Yudi Mardani mengatakan sebagai kepala sekolah dan juga orang tua, kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan internet secara baik dan benar.

“Kami jadi tahu bagaimana cara menghindari hal-hal negatif yang ada di internet, risiko yang harus diwaspadai pada anak dalam berinternet dan juga konten buruk pada game,” ujarnya. (Adv/michael rm)

Berita Terkait