Berita Headline Berita Terkini Bumi Etam 

Encik Widiyani : Banyak bidan tolak tugas ke desa terpencil

Lowongan-Kerja-Bidan_1471425691419BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Tenaga kesehatan seperti bidan yang ada di Kalimatan Timur ternyata ditemukan hanya di wilayah perkotaan saja.

Hal ini seperti  dikatakan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kalimantan Timur Hj Encik Widiyani, ketika ditemui cahayakaltim.com usai menghadiri prosesi wisuda Akademi Kebidanan Akbid Borneo Medistra, di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (16/08/2016).

Menurut Widi—sapaan akrab Hj Encik Widiyani—saat ini bidan paling banyak hanya ada di 4 kota yang ada di Kalimantan Timur, yakni di Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Bontang. Selebihnya jumlah bidan masih terbilang minim. “Bidan bidan di tempat lain, di luar empat kota itu masih kurang,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah bidan yang ada di Kaltim hampir berjumlah 4000 orang saja. Padahal rasionya adalah, setiap 1000 penduduk, harus ada 1 bidan.

“Di Kaltim berapa jumlah penduduknya, kan keliatan sudah angka kebutuhannya,” ujar Widi lagi.

Sejauh ini bidan lebih banyak memilih bekerja atau membuka praktek bidan mandiri hanya di wilayah perkotaan saja.

Banyak yang enggan bekerja di daerah pelosok. Mengingat jauhnya tempat tugasnya. “Ini salah satu penyebab banyak bidan yang enggan bekerja di kawasan pelosok,” imbuhnya.

Ia juga berpesan, agar para penduduk khususnya di daerah terpencil, hendaknya melakukan persalinan melalui lembaga kesehatan yang resmi. Seperti Puskesmas. Karena di tempat tempat resmi inilah untuk mencegah kematian ibu dan anak saat menjalani proses persalinan.

“Jadi jangan  ke tempat lain ketika ingin bersalin. Berkunjung saja tempat tempat resmi penyelaggara pelayanan kesahatan. Ini sangat penting guna mencegah adanya kematian ibu dan anak,” paparnya. (alfian tamzil)