Advetorial Berita Headline Berita Terkini Iptek Kelistrikan 

Excess Power KPC bagi PLN Demi Tingkatkan Ekonomi

SANGATTA, CAHAYAKALTIM.com–Kerjasama jual beli tenaga listrik dengan skema excess power 18 MW antara PLN dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, bersamaan dengan diresmikannya PLTU Tanjung Bara 3×18 MW milik KPC di Sangatta, Kutai Timur. Kamis (08/03/2018).

Dari pihak PLN, peresmian ini dihadiri oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero), Machnizon, bersama jajarannya. Peresmian ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya pada bulan Desember 2017.

Melalui kerjasama ini, listrik dari power plant PT KPC sebanyak 18 MW akan disalurkan oleh PLN guna memperkuat sistem kelistrikan di Sangatta untuk melayani lebih dari 40000 pelanggan PLN disana.

Dalam sambutannya, Jonan mengatakan dirinya menyambut baik adanya PLTU ini. “Merupakan hal yang positif bahwa sebagian listrik bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Kedepannya juga saya akan mendorong usaha pertambangan untuk membangun PLTU dan kemudian memberikan sepertiga atau 30% listriknya kepada masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka sekaligus juga mendorong agar rasio elektrifikasi segera menjadi 100%”, kata Jonan.

Sebelum kerjasama ini berlangsung, sistem kelistrikan di Sangatta dijalankan dengan skema semi isolated dengan suplai utama dari PLTD disana, sementara sebagian lagi dipasok dari sistem kelistrikan Mahakam, dengan total daya mampu berkisar 18.5 MW.

Sementara itu, Machnizon mengatakan bahwa melalui kerjasama ini, selain menambah pasokan daya, tentunya juga mendukung penurunan biaya pokok produksi listrik. Pasalnya,

dengan masuknya 18 MW dari excess power KPC, maka daya untuk Sangatta tercukupi, sehingga operasi PLTD disana bisa dihentikan.

“Ibaratnya begini, jika dulu kita produksi 1 kWh dengan biaya pokok Rp 2000, saat ini 1 kWh dengan harga dibawah Rp 1000. Sehingga ada efisiensi”, terangnya.

Ia pun menjelaskan bahwa saat ini listrik Sangatta juga disuplai dari sistem Mahakam melalui gardu induk (GI) Teluk Pandan Bontang sebesar 8 MW. “Jadi sekarang daya mampu Sangatta berkisar 26 MW”, lanjutnya.

Dengan beban puncak Sangatta yang saat ini berkisar 18.14 MW, artinya masih terdapat surplus daya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

“Tentunya kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik melalui kerjasama excess ini, juga masih ada surplus yang bisa dimanfaatkan untuk potensi pelanggan baru seperti kawasan pemerintahan, stadion, rumah sakit dan pelanggan umum”, lanjut Machnizon.

Untuk informasi, sebagai salah satu bentuk nyata kesiapan PLN untuk menerangi Indonesia, saat ini pembangunan GI 150kV di Sangatta oleh PLN juga telah selesai dan siap beroperasi. Apabila GI 150kV Sangatta beroperasi, maka dipastikan sistem kelistrikan untuk Sangatta dan juga Kutai Timur akan semakin andal karena daerah tersebut akan dilayani oleh sistem kelistrikan interkoneksi Mahakam.

Disisi lain, masyarakat yang merasakan langsung kecukupan daya di Sangatta menuturkan bahwa dengan bertambahnya listrik PLN ia sangat merasakan perubahan yang positif. Seperti yang diungkap M Ridwan, warga disana yang juga berprofesi sebagai guru.

“Di sekolah, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman. Yang terpenting saat ini anak-anak juga sudah bisa belajar dengan menggunakan komputer. Kami berterimakasih kepada PLN”, ujar Ridwan. (***)

 

Editor : Michael M

Berita Terkait