Berita Terkini Sosok Sport 

Gagal berpretasi sebagai Atelit, Jokowi sukses jadi pelatih

BALIKPAPAN.CAHAYAKALTIM.comKeberhasilan seorang atlit tinju tak lepas dari sosok pelatih yang membinanya. Peranan seorang pelatih tentu sangat berpengaruh kepada para anak anak didiknya, hingga menjadi atlit berbakat hingga menjadi juara.
Serma Joko Widodo misalnya, pelatih tunggal di sasana Mulawarman itu telah berhasil mencetak petinju petinju muda yang seluruhnya merupakan prajurit dari Kodam VI Mulawarman.
Ia bercerita, saat masih remaja ia sering berlatih tinju secara sembunyi sembunyi. Saat itu ia latihan di sasana Tuban, Jawa Timur, yang merupakan kota kelahirannya. “Iya. Orang tua saya tidak senang jika saya menjadi petinju. Beliau tidak mengizinkan kala itu,” Joko Widodo.
Tahun 1990, Joko Mendaftarkan diri sebagai calon Tantama TNI AD. Dan ia diterima dengan tugas pertamanya sebagai Anggota Paspampers Group A.
Sewaktu ia masih menjadi anggota Paspamres, Joko masih berlatih tinju dan sempat bertanding di kejuaraan di Jakarta Fair. “Saat itu saya berlatih tidak bisa fokus. Sebab saya banyak tugas kala itu,” ujar Joko lagi.
Di awal tahun 2000 Joko mendapat tugas baru di Pomdam VI Mulawarman, usai dirinya lulus dari Sekolah Calon Bintara. Di Pomdam VI Mulawarman inilah dia sering berlatih  sembari menjadi Wasit Hakim. Itu ia tekuni sejak 2003 hingga 2004 sebagai Wasit Hakim tingkat provinsi.
Nah, di tahun 2005 Joko mengambil lisensi wasit tingkat nasional. Sejak itulah ia aktif diperwasitan. “Karena saya sibuk di perwasitan,saya jarang sekali latihan,” ujar kelahiran Tuban 46 tahun silam.
Dan ketika joko Widodo sudah tidak lagi di perwasitan sejak tahun 2007. Dan  Joko fokus untuk membina serta melatih kembali para petinju dari kalangan militer.
Ia bercerita, sejak menjadi pelatih tinju tahun 2007 silam. Ada anak didiknya menjadi juara dengan meraih medali perunggu pada ajang Kejuaran Daerah Kaltim 2007 silam.
Kemudian tahun pada tahun 2008 mengikuti Prapon di Bengkalis untuk persiapan PON ke 17 di Kaltim. Dan semua atlit tinju berhasil mendapat mendali.
Diantara para atlit tinju ini semua adalah prajurit Kodam VI Mulawarman. Diantaranya Kejurnas 2011 di Aceh. Petinju Kodam VI Mulawarman meraih medali perak.
Pada tahun 2013, Joko Widodo mengikuti Dasar Diklat Nasional. Dan ia lolos sebagai Atlit Tinju Nasional. Dan tahun 2015 ia kembali mengikuti pelatihan Diklat Nasional dan lulus sebagai Pelatih Nasional Madya.
Berkat tangan dinginnya ia berhasil mencetak petinju petinju berbakat dari sasana Mulawarman. Mereka adalah : Cristian Nong Sedo, Rischard Oscar, Benedictus Tasiloe, Maryun dan Denny Oktavianur serta ada beberapa petinju lainya. Semuaya pernah menjadi juara di ajang Nasional dan International.
Di akhir perbincangan dengan sang penulis, Ia mengatakan bahwa, “Seorang juara belum bisa mencetak juara. Namun seorang pelatih pasti bisa mencetak seorang juara,” ujar Joko mengakhiri perbincangan.
Penulis : Alfian Tamzil

Berita Terkait