Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Dituduh tanpa ijin, Vico dan Pertamina digugat

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Pengadilan Negeri Tenggarong melakukan Peninjauan Objek atas sengketa penggunaan lahan tanpa izin di kawasan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (22/07/2017).

Peninjauan Objek ini dilakukan setelah melewati beberapa kali persidangan sebelumnya yang digelar di Pengadilan Negeri Tenggarong beberapa waktu lalu. Di mana objek yang bersengketa itu berada di 3 kelurahan yaitu Senipah, Handil Baru dan Sungai Seluang,
Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

 

Kursani selaku penggugat didampingi kuasa hukumnya dari LBH Warga Jaya Indonesia Kaltim yang diketuai Alfian Azhari SH, Sampara SH, Alfonso Gultom SH dan Akbar SH melakukan gugatan kepada VICO dan Pertamina.

 

Isi gugatan itu adalah, tanah yang dimiliki oleh Penggugat seluas 18.000 hektar, ada 141,9 hektar digunakan VICO. Di mana VICO telah mendirikan jaringan instalasi pipa yang berdiri di atas tanah milik Penggugat tersebut.

 

Pada Peninjauan Objek itu, hadir diantaranya Ketua Majelis yang menyidangkan perkara ini, Ari Listyawati SH didampingi dua hakim anggota. Serta Kuasa Hukum Penggugat  dari LBH Warga Jaya Indonesia yang ketuai Alfian Azhari SH serta tiga rekannya Sampara SH, Alfonsus Gultom SH dan Akbar SH.

 

Selain dihadiri Majelis Hakim, pihak penggugat, juga hadir dari pihak tergugat, yakni Tergugat 1 dalam hal ini Vico. Tergugat 2 dalam hal ini Pertamina dan tim intervensi dari SKK Migas didampingi Pengacaranya. Serta hadir pula dari petugas Keluharan Handil Baru, Kelurahan Sungai Seluang dan dari Kelurahan Senipah dan Petugas dari Kecamatan Samboja.

 

Ketua Majelis Hakim Ari Listyawati mengatakan, dilakukannya Peninjaun Objek ini mutlak dilakukan untuk mengetahui secara pasti batas batas mana saja yang menjadi sengketa.

 

“Sengketa masalah tanah seperti ini memang wajib dilakukan pemeriksaan setempat. Agar dapat diketahui secara langsung dengan melibatkan para pihak,” ujarnya saat ditemui media ini di lokasi tempat objek perkara.
Lebih lanjut Ketua Majelis mengatakan, peninjauan ini dilakukan agar objek yang dimaksud benar benar ada. “Makanya kami ke sini untuk membuktikan bahwa obyek itu benar benar ada,” ujarnya lagi.

 

Lebih lanjut Ia mengatakan, tanah yang diklaim milik Penggugat ternyata di atasnya ada jaringan pipa milik VICO. “Jadi di atas objek sengketa itu, yang menurut mereka diklaim punya  Penggugat di atas ada kilang Pertamina,” Ujar Ketua Majelis Hakim.

 

Kasus perdata kasus ini kembali akan di sidangkan di Pengadilan Negeri Tenggarong pada 30 Mei minggu depan. (*)

 

Penulis  :  Alfian Tamzil

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait