Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Harga komoditas normal, BI antisipasi Inflasi jelang Bulan Puasa

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Membaiknya perekonomian serta harga komoditas di Kota Balikpapan selama bulan April 2017 yang mencatatkan angka deflasi 0,08% (mtm) tidak membuat Bank Indonesia (BI) untuk tetap melakukan upaya mengantisipasi terjadinya inflasi.

Deputi Direktur BI Balikpapan Suharman Tabrani, menerangkan, deflasi atau penuruhan harga yang terjadi di bulan April ini, didorong adanya koreksi harga dari kelompok volatile foods yaitu sebesar -0,18% (mtm).

“Kembali normalnya harga komoditas ini, terjadi pada cabai rawit serta penurunan harga beberapa komoditas ikan segar,” kata Suharman, dalam releasenya, Selasa (2/5/2017)

Selanjutnya, kelompok inflasi inti memberi andil sebesar -0,08% (mtm) didorong penurunan harga gula pasir pasca penetapan HET (Harga Eceren Tertinggi) oleh pemerintah.

Pada administered prices, masih memberikan andil inflasi sebesar 0,18% (mtm) terutama disumbang oleh kenaikan tarif listrik dampak lanjutan pengurangan subsidi pelanggan golongan 900VA.

“Secara tahunan, inflasi IHK tercatat sebesar 5,03% (yoy) masih dalam koridor sasaran inflasi 5%+1% (yoy),” ujar Suharman.

Tekanan inflasi bulan Mei 2017 yang patut diwaspadai, diperkirakan berasal dari sub kelompok volatile food seiring mulai datangnya bulan puasa di akhir bulan Mei 2017 dan dampak ikutan dari penyesuaian tarif listrik tahap III bagi pelanggan golongan 900VA  per 1 Mei 2017.

“Ke depan, beberapa faktor yang diperkirakan akan memberikan tekanan inflasi untuk dua resiko,” kata Suharman.

Kedua resiko tersebut, adalah risiko kenaikan bahan makanan dan tarif angkutan udara karena faktor seasonal menjelang Hari Raya Idul Fitri dan risiko inflasi sub kelompok pendidikan memasuki tahun ajaran baru di akhir semester I 2017.

“Oleh karena itu diperlukan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan Instansi untuk mengambil langkah antisipatif menghadapi faktor seasonal tersebut,” ujar Suharman. (*)

Penulis : Michael M

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait