Berita Headline Berita Terkini 

Ini yang akan di bahas dalam pertemuan GCF di Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com — Pertemuan para anggota Satuan Tugas Gubernur untuk Hutan dan Iklim atau Governors’ Climate and Forests Task Force (GCF) yang akan berlangsung selama lima hari sejak tanggal 25-29 September di Kota Balikpapan, dengan perencanaan menghasilkan kesepakatan ‘Balikpapan Statement’, akan membahas tiga hal.

Bernardinus Steni dari Badan Sekretaris Pengurus Institute Penelitian Inovasi Bumi (INOBU), kepada cahayakaltim.com, mengungkapkan, ketiga hal yang menjadi pokok pembahasan ini untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan mengatasi perubahan iklim baik aksi regional, nasional hinggal secara global dalam menghambat laju deforestasi atau penggundulan hutan.

“Hal pertama yang akan dibahas mengidentifikasi dan meningkatkan kemitraan untuk pembangunan yurisdiksi hijau melalui kerjasama dengan organisasi mitra pemerintah atau non pemerintah dengan konsumen agar mengurangi deforestasi dan degradasi hutan,” kata Bernardinus, Minggu (24/9/2017).

Pertemuan kali ini juga akan membahas hal yang belum pernah dibahas dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pembahasan tersebut soal masyarakat adat.

“Perlindungan hak dan kesejahteraan masyarakat adat dan komunitas lokal merupakan pembahasan yang baru dalam pertemuan ini. Dimana masyarakat adat ini perlu di perhatikan mengingat beberapa hasil penelitian dan juga beberapa temuan-temuan sejak dulu, masyarakat adat yang cukup tinggi dalam menjaga kelestarian hutan dan cepat mengatasi permasalahan hutan karena dekat dengan hutan. Serta masyarakat adat dinilai sangat menjaga ekosistem hutan,” ungkap Bernardinus.

Topic pembahasan ketiga soal mencari cara untuk menjamin bahwa anggota GCF bisa meraih pendanaan yang diperlukan untuk mengurangi deforestasi, mendukung pembangunan rendah emisi, dan melindungi hak-hak masyarakat adat.

Sedangkan peserta CGF di Balikpapan ini, akan dihadiri sekira 500 peserta undangan baik pejabat Gubernur maupun delegasi berbagai Negara yang memiliki sepertiga hutan di bumi, seperti Brazil, Indonesia, Pantai Gading, Kolombia, Meksiko, Peru, Nigeria, Spanyol dan Amerika Serikat.

Selain itu juga, diantara peserta juga ada dari utusan masyarakat adat dan juga para peneliti serta utusan dari kedutaan. (*)

Penulis : Michael M
Editor : Mailangkay M

Berita Terkait