Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Jadi Viral Tilang Truk Cabai, 3 Oknum Ditlantas Diperiksa Propam

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Usai menjadi viral di media sosial, tiga uknum polisi yang diketahui merupakan anggota PJR Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Kalimantan Timur, bakal dipanggil Bidang Propam untuk diperiksa.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol ade Yaya S

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, kepada cahayakaltim.com, Rabu (19/2/2019).

“Ketiganya (oknum polisi) saat ini sedang diperiksa. Lagi proses pemeriksaan, kita tunggu nanti hasilnya dalam beberapa hari kedepan,” kata Ade Yaya.

Video yang menjadi viral di Medsos yang berdurasi 8 menit yang diduga direkam oleh salah satu sopir yang tak terima ditilang karena merasa tak melakukan pelanggaran lalu lintas. Kejadian tersebut terjadi  di Jalan Poros Balikpapan- Samarinda, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 56, tepat di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Minggu (17/2/2019).

Di Video tersebut sopir mengaku surat dan dokumen kendaraan lengkap dan hanya mengangkut hasil kebun berupa cabai dan hanya berhenti sejenak di bahu jalan. Lantas Polisi yang diketahui merupakan anggota PJR Polda Kaltim tersebut adu argumen dengan sopir tersebut.

Aksi protesnya kepada aparat itu ia rekam menggunakan telepon genggam. Kemudian sempat diunggah di akun facebook bernama Yudha Bagus Sangkala. Video tersebut mendadak viral. Tercataat sudah ada ratusan ribu warganet menontonnya sebelum akhirnya dihapus. Belakangan terngar kabar kalau masalah ini sudah diselesaikan secara damai. Namun video tersebut dapat dilihat di youtube.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian sesungguhnya. “Kan ada tindakan yang berdampak pada viralnya itu di medsos (media sosial). Berarti ada tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan biasanya. Sehingga itu harus dilakukan pemeriksaan oleh pihak Propam. Untuk mengetahui permasalahannya, kenapa bisa terjadi dan sebenarnya apa yang terjadi,” lanjut Ade Yaya.

Dalam hal ini, jika benar terdapat kekeliruan dan kesalahan yang dilakukan anggota polisi, tiga anggota PJR tersebut akan diberi sanksi.

“Pak Kapolda tegas. Ketika anggota yang bersangkutan salah tetap akan dapat tindakan. Nanti sopir yang ditilang itu juga akan diperiksa. Sebagai saksi,” jelasnya.

“Jadi anggota PJR melakukan razia di Km 57. Usai razia, anggota kembali ke pos. Kemudian dalam perjalanan personel menemukan kendaraan yang parkir di bahu jalan. Mereka mencurigai kendaraan tersebut sengaja menghindar dari pemeriksaan (razia),” pungkas Ade Yaya menceritakan kronologi awal mula penilangan.

Untuk diketahui, video penilangan yang direkam oleh salah satu sopir yang tak terima dirinya ditilang oleh anggota PJR Ditlantas Polda Kaltim viral di medsos. Dalam video berdurasi 8 menit itu, sopir mengatakan dirinya memiliki surat-surat yang lengkap.  (*)

Penulis  : Resy Widya (Echi)

Editor   : Michael M

Berita Terkait