Berita Headline Ekobis Hukum 

Jaga Stabilitas Harga Satgas Pangan Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com— Memastikan ketersediaan pasokan komoditas beras, telur dan ayam serta stabilitas harganya, Tim Satuan Tugas Pangan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan menggelar operasi, Kamis (21/2/2019).

Tim Satgas Pagang menyambangi Pasar Baru dan 2 Swalayan yang beroperasi di Mall Plaza Balikpapan.

Menurut Adi Sudarto, Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Strategis Disdag Balikpapan,hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dilakukan dengan mensosialisasikan aturan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan beras di Balikpapan. Sosialisasi juga mengenai acuan harga dan satuan penjualan daging ayam dan telur.

“Berdasarkan Permendagri tahun 2017 tentang penetapan HET beras, pelaku usaha di Kalimantan wajib melakukan penjualan beras dengan HET Rp 9.950 per kilogram untuk jenis medium. Rp13.300 per kilogram untuk jenis premium. Penjualan ayam mengacu pada satuan berat kilogram, bukan per ekor. Acuan harganya Rp 34 ribu per kilogram. Penjualan telur mengacu pada satuan berat kilogram, bukan per butir. Dengan harga acuan Rp 23 ribu per kilogram,” kata Adi Sudarto kepada cahayakaltim.com.

Hasil kunjungan di Pasar Baru yang juga dihadiri Kepala Kantor Perwakilan KPPU Balikpapan Abdul Hakim Pasaribu itu, masih ditemukan pedagang yang belum menjalankan aturan-aturan tersebut. Terutama untuk satuan penjualan daging ayam dan telur. Rata-rata, penjualan masih memakai satuan ekor untuk daging ayam, dan butir untuk telur.

“Melihat kondisi di lapangan, target kita untuk sosialisasi sekitar 3 bulan. Karena memang kebiasaan di Balikpapan belinya per ekor dan per butir. Ini perlu sosialisasi. Untuk ayam, kalau per ekor, pada saat dijual pasti masing-masing ekor itu berbeda beratnya. Tiap ayam itu pasti ada selisih beratnya. Misalnya ayam A dan B berbeda beratnya, tapi harganya sama dijual Rp 45 ribu. Padahal berat beda. Artinya ini untuk melindungi komsumen. Juga menjaga supaya pelaku usaha mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Adi.

Aturan satuan tersebut, bagi Adi, memang tak begitu akrab dengan masyarakat Kaltim, termasuk Balikpapan. Sementara di daerah Jawa dan Sumatera, aturan ini telah diterapkan. “Khusus di Balikpapan tentu masih kaget. Di Jawa dan Sumatera sudah melakukan. Untuk aturan ini juga, pengawasan terhadap pedagang di luar pasar tradisional dan swalayan juga akan kami lakukan,” terangnya.

Di wilayah Kaltim, aturan tersebut perlahan mulai diterapkan esok hari, Jumat (22/2). Meski berat, hal ini harus dilakukan guna menjaga stabilitas harga. Pihak Satgas Pangan Polda Kaltim memberikan komitmen melakukan pemantauan di lapangan bersama instansi terkait seiring berjalannya waktu.

“Perlu sosialisasi. Ini harus pelan-pelan disosialisasikan. Dari pemerintah mulai besok harus sudah dilakukan di seluruh pasar. Kita akan selalu turun lapangan dengan instansi terkait. Bersinergi melakukan pengawasan termasuk pengecekkan stok. Pengawalan dari hulu ke hilir, dari gudang ke kios, ke pasar sampai ke toko-toko,” kata Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Seber Kombong. (*)

Penulis : Resy Widya S (Echi)

Editor : Michael M

Berita Terkait