Berita Headline Berita Terkini Nasional 

Kalapas : Animo jadi petugas sipir saat ini menurun

Kalapas balikpapanBALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Pada umumnya seorang anak memiliki cita-cita beraneka ragam. Seperti menjadi dokter, jadi guru, jadi polisi, jadi tentara, jadi pengusaha dan profesi lainnya.

Namun dari sekian banyak profesi, rasanya tidak ada anak sekarang yang bercita-cita menjadi sipir penjara. Padahal profesi sebagai sipir penjara adalah sebuah profesi yang mulia.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan, Edy Hardoyo dan Kepala Rumah Tahanan Balikpapan, Budi Prajitno. Menurut mereka menjadi petugas sipir penjara justru lebih mulia dari tugas seorang guru.

“Kami kan membina para tahanan itu. Dengan tujuan agar kelak di belakang hari mereka tidak lagi mengulangi perbuatan yang melawan hukum,” ujar Edy Hardoyo kepada cahayakaltim.com.

Menurutnya, menjadi petugas di Lapas maupun Rutan itu sungguh mulia. Karena para penghuninya sedang menjalani masa hukuman akibat berbagai macam tindakan mereka yang melanggar hukum. Seperti kasus pembunuhan, penganiayaan, narkoba, pencurian dan tindakan kriminal lainnya. Dengan masa tahanan yang begitu lama.

“Makanya kami membinanya dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati kita. Dengan pendekatan dari hati ke hati,” ujar Edy Hardoyo yang sudah 30 tahun mengabdi di lembaga pemsyarakatan.

Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya beserta jajarannya sangat dekat dengan para penghuni Lapas dan Rutan atau sering disebut sebagai warga binaan. Bahkan saking dekatnya, para warga binaan ini sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

“Mungkin kalau guru dengan muridkan sudah seperti orang tua dan anak sendiri. Nah, kalau di sini (Lapas) kami bukan hanya sebatas seperti anak sendiri. Tapi lebih dari itu. Mereka dengan kami sudah seperti anak sendiri, sudah seperti sahabat kami, sudah seperti orang tua kami, sudah seperti keluarga, sudah seperti teman dekat kami. Intinya kami sangat dekat dengan mereka,” lanjut Edy Hardoyo.

Pendekatan pendekatan yang dilakukan para sipir terhadap warga binaan ini, ternyata terus berlanjut. Kendati para warga binaan ini selesai menjalani hukuman dan dinyatakan bebas serta tidak lagi mendekam dibalik jeruji besi.

Tak sedikit dari mereka yang berkunjung ke Lapas atau Rutan hanya untuk bersilahturahmi dengan para sipir.

“Wah, banyaklah mantan warga binaan di sini yang berkunjung ke mari. Mereka menemui saya, menemui sipir sipir yang ada di sini. Ga cuma satu atau dua orang. Intinya, banyak mantan warga binaan yang datang kemari, hanya untuk bersilahturahmi. Ini sebuah tanda, bahwa mereka sangat dekat dengan kami, meski sudah tidak lagi menjadi warga binaan,” pungkasnya.

Penulis : Alfian Tamzil