Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Kartu Ucapan masih diminati ditengah pesatnya teknologi

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com— Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi seperti saat ini, ternyata tidak menyurutkan penjualan Kartu Lebaran atau Kartu Ucapan Hari Raya Idul Fitri. Kendati penjualannya tidak seramai dahulu. Kartu Lebaran ternyata masih dijual di Balikpapan.

Seperti dijumpai di salah satu stand di Toko Buku Gramedia Balikpapan Plaza misalnya, ada beberapa macam jenis Kartu Lebaran yang dijual di sini. Bentuk dan coraknya pun cukup beragam. Mulai dari ukuran kecil hingga sedang.

Annisa, salah seorang pengunjung di toko ini menyempatkan diri untuk melihat lihat dan membelinya beberapa lembar. Ia mengaku Kartu Lebaran ini akan diberikannya kepada para keluarganya.

“Ya saya kasih langsung saja Kartu Lebaran ini ke kakak saya dan ke sepupu saya. Bedakan ngucapin lebaran dengan kartu lebaran dibanding mengirim pesan singkat atau Whats App,” ujar Annisa kepada cahayakaltim.com, Kamis (22/07/2017).

Harga Kartu Lebaran ini pun terbilang sangat murah. Dimana harga yang termurah adalah Rp 2.000 dan termahal seharga Rp 6.000 setiap lembarnya.

Namun sangat disayangkan kendati kios penjualan Kartu Lebaran dijual murah dengan desain yang menarik ini tetaplah sepi pembeli.

“Yah ada saja yang beli. Tapi kan ga banyak. Stok yang kita jual juga sedikit kan,” ujar Citra Customer Service Toko Buku Gramedia.

Bila berbicara Kartu Lebaran ini, memang sempat mengalami masa kejayaan di mana sejak pertengahan tahun 1970an hingga  tahun 1998.

Kartu Lebaran seolah menjadi tradisi di setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri. Bahkan penjual Kartu Lebaran saat itu banyak sekali. Mereka menjual mulai di pasar tradisional, pasar malam hingga beberapa toko buku besar.

Uniknya lagi Kartu Lebaran kala itu bisa dikirim kepada para sanak saudara maupun kolega di manapun berada dengan menggunakan jasa pengiriman Kantor Pos. Bahkan kala itu PT Pos dan Giro (PT Pos Indonesia) sempat menerbitkan Telegram Indah spesial Idul Fitri.

Seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang dimulai  sejak awal tahun 1998 hingga saat ini. Kartu Lebaran sudah sangat ketinggalan  dan bahkan sudah tidak diminati seperti dulu lagi. (*)

 

Penulis : Alfian Tamzil

Berita Terkait