Berita Terkini Opini 

Kembalikan kantor pusat Pertamina EP Asset 5 di Tanah Borneo

Oleh : Ir Engineer Lusiano SH Msi (Koordinator persatuan Masyarakat pengusaha PT Pertamina Kalimantan/aktifvis masyarakat dan pengamat hukum)

LucianoMENGIKUTI kebijakan BP Migas yang kemudian di Bubarkan Mahkamah konstitusi berganti nama SKK Migas. Ya.. hampir sama saja, sejarahnya sejak masa Belanda BPM, SHELL, Pertamin, Permina, Petamina, Pusat Manjemen Wilayah IV Kalimantan itu di Balikpapan. Berganti menjadi Pertamina DAK (daerah Kalimantan) menjadi Pertamina DOH (Daerah Operasi Hulu) Kalimantan, rubah lagi menjadi Pertamina EP (Eksplorasi Produksi) Kawasan Timur dan sekarang berubah lagi menjadi PT Pertamina EP Asset 5 Kalimantan.
Alangkah sibuknya Pertamina EP berganti-ganti nama dengan kembalinya pusat majemen Pertamina Asset 5 Kalimantan ke Balikpapan dan kembalinya kerjasama kerjasama Pertamina EP Kalimantan yg di cabik-cabik dengan berganti nama dengan alasan bisnis dan ketidakmampuan Pertamina.
Ironis sekali karena Pertamina dianggap tidak mampu alias di gembosi, sekarang PT Pertamina berbenah dari porak porandanya asset dan infrasrukture yang di kerjasamakan alasan TAC, JOB, KSO dan lain-lain serta produksik minyak mentahpun naik di Pertamina EP Kalimanatan kembali pada kejayaan tahun 1970-an sebelum Pertamina di cabik-cabik ternyata bisa dan mampu setelah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dikelola Negara bisa dan pasti bisa.
Selama 40 tahunan di cabik-cabik dan di kerjasamakan banyak asset Pertamina EP Kalimantan yang bernilai tinggi dirambah di rampas yg merupakan aset Negara bernilai tinggi yang sejak Masa Belanda BPM ke NKRI yang merupakan konsesi Pertamina/Negara, lepas dari Pengawasan Pertamina/negara, saat ini jadi bermasalah Hukum, saya sebagai aktifvis dan Pengamat Pertamina memahami betul hal itu terjadi diseluruh Field Pertamina di Kalimantan, Tarakan, Bunyu, Sangatta, Muara Badak Sambera, Anggana, Sanga-sanga, Samboja, Balikpapan, Tanjung Road dan Field Tanjung yang benar-benar dan saya tahu dan lihat sendiri selama 40, tahun berkegiatan di Pertamina EP Kalimantan menyedihkan.
Ayoo bangkit kembali Pertamina EP asset 5 Kalimantan bersama rakyat masyarakat Kalimantan. Kuatkan kembali usaha hulu migas tidak diragukan lagi dari dahulu adalah penyumbang devisa Negara untuk ketahanan Nasional di bidang Energi jangan kita mati dilumbung yang berlimpah dan kita dipermainkan orang ingat pesan founding Father kita. Rakyat kita banyak hasil Bumi berlimpah migas, berlimpah emas, berlimpah semua kita punya kita hidup di tanah sorga. Apa pesan beliau jangan di Obral murah dan di bawah kendali orang. Ayoo Pertamina EP Kalimantan bangkit jangan lupakan kami rakyat Indonesia di kalimanatan yang sejak pindahnya merantau berkantor di Jakarta selama 10 tahun pengusaha kecil banyak yg mati suri tertindas dan tidak kuat bersaing dan mengikuti persaingan Ibu kota jakarta. Dan terlindas oleh pengusaha yang besar-besar Mengecilkan diri masuk ke dalam system eprroc bermain dari besar ke kecil khususnya pengadaan-pengadaan barang.
Kami berharap sesuai dengan Jiwa dan semangat otonomi daerah, selayaknya system Eproc dirubah dan ditinjau untuk di Field PT Pertamina Asset 5 yg di bawah SKK migas untuk nilai 0 rupiah sampai nilai Rp. 2,5 milyard di tender terbatas epric lokal apabila telah 2 kali di umumkan tidak ada peminat dan tidak memenuhi qourum artinya tidak ada lokal yg mampu baru di eprockan nasional itu baru ada adanya perlindungan untuk lokal dan keadilan, kemitraan dan memunculkan semangat pengusaha daeah setempat kembali kalau Eproc di Pertamina EP Asset 5 masih diberlakukan tidak terlepas nantinya kami pengusaha lokal membuat aturaan sendiri dan kebijakan sendiri daripada kami jadi penonton dan mati di ladang kami sendiri dan saya berkeyakinan SKK Migas dapat memahi semua ini pasti ada kebijakan yang dapat diambil kebijaksanaan yang baik dan tepat.
Kalau nantinya kebijakan pembatasan, nanti secara alamai terjalin kemitraan pengusaha jakarta dan luar daerah lain be kel ka sama dengan Lokal, kita hidup saling menghidupi orang lain dan kodusifvitas terkendali dan kesenjangan sosial dan kecemburuan sosial tidak tercipta.
Selama lebih kurang 10 Tahun ini hanya segelintir saja pegusaha kecil yg bisa eksis ke Jakarta untuk proyek diatas Rp. 1 milyard urusan Jakarta perproyek sampai tuntas urusan serah terima perlu 10 kali PP ke jakarta itu kalau normal. Kalau ada kendala bahkan lebih.
Sebagai Advokat dan aktifis di Kalimantan saya akan terus berjuang dan menyuarakan Hak otonomi daerah demi keadilan jangan karena suatu kebijakan Pusat yang di berlalukan kaku dan pejabat yang berwenang kurang peduli otomomi daerah yang seharusnya bisa tapi di jalankan kaku karena yang bersangkutan merasa bukan di daerahnya yang kemudian terpaksa kami lawan di mana Bumi dipijak disitu langit di junjung jangan cuma cari hasil di daerah hasilnya diangkut semua ke pusat besar.
Harapan kami Damailah NKRI jayalah Pertamina EP Asset 5 jayalah Indonesia ayo bangkit kembalikan Hak BUMN Pertamina jangan di cabik-cabik dan jangan di obral dengan berbagai alasan lagi. (*)

Berita Terkait