Advetorial Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Kenaikan Harga Bahan Makanan Dorang Mutiara Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com — Kota Balikpapan mencatatkan angka inflasi sebesar 0,27% (mtm) atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,11% (mtm).

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan, Suharman Tabrani mengatakan, kenaikan inflasi Balikpapan di bulan Maret 2018 lebih banyak disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan (kelompok Volatie Foods) yang memberikan sumbangan sebesar 0,19% (mtm).

“Kelompok ini, sumbangan terbesar dari harga daging ayam ras (0,12%), sawi hijau (0,06%) dan beras 0,03%),” kata Suharman.

Dia menambahkan, dari kelompok inti juga memberikan andil inflasi sebesar 0,09% (mtm) yang didorong oleh kenaikan tarif dokter spesialis (0,01%), harga kusen (0,01%) dan garam (0,01%).

“Inflasi bulan Maret 2018 tertahan oleh deflasi di kelompok Harga Administered sebesar 0,01% (mtm) karena Kebetulan harga tarif udara sebesar -0,05% (mtm), meskipun terjadi kenaikan harga BBM non penugasan sebesar 0,03% (mtm),” ujar Suharman.

Sementara itu, secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 2,24% (yoy) atau lebih rendah dari ebesar 3,40% (yoy) dan Kaltim sebesar 2,59% (yoy).

“Di Bulan Maret 2018, TPID Kabupaten Paser sebagai daerah pedalaman Kota Balikpapan melakukan pengendalian harga bahan bakar rumah tangga melalui operasi pasar gas elpiji 3 kg di beberapa titik. ini merupakan respons atas peningkatan harga di beberapa tempat di beberapa tempat,” lanjutnya.

Beberapa fakta akan menghasilkan Tindakan yang dilakukan pada beberapa bulan, yaitu, Potensi ketidaklancaran distribusi dari daerah sentra produksi yang terdampak resiko cuaca buruk, Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan bahan bakar minyak non penugasan, Kenaikan barang-barang paket untuk masa kampanye hingga Masa Pilkada dan naik tarif sewa rumah.

“Untuk mengantisipasi resiko tekanan inflasi ke depan, tetap diperlukan koordinasi yang baik antara Pemda, BI dan instansi terkait termasuk Satgas Pangan, dalam mengambil langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga komoditas bahan pangan strategis di Balikpapan,” imbah Suharman Tabrani. (***)

Editor : Michael M

Berita Terkait