Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Kendalikan inflasi, BI gandeng petani bawang

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan senantiasa melakukan pengendalian inflasi, diantaranya dengan melakukan program pengembangan komoditas pangan yang berkontribusi pada inflasi volatile foods dengan metode tahapan klaster secara multiyears.

Pengendalian inflasi yang dilakukan Bank Indonesia ini dilakukan secara komperhensif dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana produksi. Peningkatan kompetensi petani, pemanfaatan Badan Usaha Milik Petani ( BUMP) dan membantu kelancaran akses pemasaran hasil panen.

“Komoditas yang dipilih adalah bawang merah, karena berdasarkan data statistik tahun 2015-2017 komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Balikpapan,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani.

Pengembangan klaster bawang merah di Penajam Paser Utara ini merupakan tindaklanjut dari Pokok-Pokok Kesepahaman antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang ditandatangani pada tanggal 31 Mei 2017 yang lalu.

Pengembangam klaster bawang merah ini selanjutnya dilakukan serah terima bantuan bibit unggul  bawang merah dari Bank Indonesia kepada Kelompok Tani Karya Usaha pada bulan September 2017 lalu.

Setelah dua bulan berjalan, maka hari ini Senin, 20 November 2017 telah dilaksanakan seremonial panen raya bawang merah di Kelompok Tani Kerya Usaha di Desa Rintik Kecamatan Babulu Darat di lahan pilot project seluas 1 (satu) hektar.

Klaster bawang merah di Kabupaten ini akan dikembangkan selama 3 tahun dan pada tahun 2017 ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan, untuk itu telah disepakati dan menjadi komitmen kelompok tani untuk menyisihkan 50 (lima puluh) persen dari hasil panen raya ini untuk di tangkar kembali menjadi bibit.

Untuk mencapai target di tahun ini pula, Bank Indonesia juga akan memberikan bantuan infrastruktur berupa gudang pengeringan dan penangkaran bibit bawang merah.

“Pada tahun 2018 nanti, pengembangan klaster bawang merah akan berfokus pada kemandirian dan kualitas benih, peningkatan kompetensi petani penangkar dan kelembagaan ekonomi petani serta memperpendek rantai distribusi,” ujar Suharman lagi.

Kemudian pada tahun 2019 Bank Indonesia akan berfokus pada hilirisasi produk, pengaturan pola tanam, kerjasama antar daerah, dan akses keuangan ke perbankan.

Bank Indonesia berharap melalui kegiatan panen raya bawang merah ini, akan terjadi peningkatan produksi dan keberlanjutan budidaya bawang merah di Penajam Paser Utara yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, yang mampu mendukung pengendalian inflasi serta menjaga kestabilan harga komoditas bawang merah di Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara.

“Mudah mudahan dalam jangka panjang nanti, Kabupaten Penajam Paser Utara dapat menjadi sentra bawang merah di Provinsi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)

Penulis : Alfian Tamzil

Berita Terkait