Berita Terkini Kodam Mulawaran 

Kodam didik 150 orang jadi kader Belanegara

2BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Pada pasal 27 ayat 3 UUD 1945 berbunyi, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari negara serta wajib untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Hal ini yang menjadi dasar digelarnya pendidikan Bela Negara yang diselenggarakan di Dodikjur Rindam VI Mulawarman Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Senin  (16/05/2016).
Pertahanan keamanan negara dilakukan  melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sedangkan tugas rakyat sebagai kekuatan pendukung adalah melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional atau dengan kata lain tidak melakukan hal-hal yang dapat menghambat atau memberi ancaman pada keamanan NKRI.
Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI GE. Supit, S.Sos, mengatakan sejalan dengan fungsi dan tugas Kodam VI Mulawarman sebagai satuan kewilayahan melaksanakan pembinaan, pemeliharaan dan meningkatkan potensi wilayah yang terdiri dari Geo, Demo dan Konsos untuk terwujudnya RAK juang yang tangguh salah satu diantaranya memelihara dan meningkatkan wawasan kebangsaan atau belanegara.
“Dengan terbangunnya watak setiap generasi muda, agar memiliki rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai Ideologi negara, rela berkorban bagi Bangsa dan Negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara baik secara psikis maupun fisik,” ujar Jenderal bintang satu tersebut.
Penataran Kader Bela Negara berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 16 hingga 19 Mei 2016 dengan diikuti oleh150 orang terdiri dari Mahasiswa dan Siswa SMA baik dari Samarinda dan maupun Balikpapan sendiri.
GE Supit mengatakan, penataran Kader Bela Negara Bagi Mahasiswa dan Siswa SLTA ini bertujuan untuk membangun watak dan karakter generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara serta setia pada Pancasila sebagai Ideologi negara.
“Pemuda dan mahasiswa selalu memegang peranan penting dan penggerak dalam berbagai perubahan dan pembangunan sehingga tidak salah apabila kita menilai maju mundurnya suatu bangsa dapat diukur berdasarkan kemampuan pemudanya,” ujarnya.
Di penghujung amanatnya, ia meminta kepada penyelenggara dan peserta penataran agar melaksanakan penataran ini dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Ingat, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya ditentukan oleh keseriusan penyelenggara semata akan tetapi partisipasi dan kesungguhan peserta juga menjadi faktor penentu yang sangat penting,” pungkasnya.(alf/adv)

Berita Terkait