Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Konsumsi Solar Kaltim Melebihi Kuota Hingga 9,61 %, Ini Penjelasan Pertamina

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—PT Pertamina (persero) mengungkapkan, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Timur melebihi kuota yang disediakan hingga mencapai 9,61 % di tahun 2018.

Pertamina Region Manager Communication and CSR Kalimantan, Yudi Nugraha mengatakan, mengatakan, terjadinya kelebihan kuota BBM Solar di Kaltim ini adanya spekulan atau pengetap BBM yang mengisi untuk dijual kembali.

“Over Kuota BBM di Kaltim terjadi karena banyaknya industri yang beroperasi. Selain itu juga masih banyaknya spekulan/pengetap yang membeli BBM untuk dijual kembali baik dengan mengisi di giriken atau memodifikasi kendaraan untuk mengisi di SPBU,” kata Yudi kepada cahayakaltim.com, Senin (27/11/2018).

Selain itu, lanjut Yudi, Perbedaan harga Subsidi dengan Industri menjadi potensi menggiurkan untuk melakukan penyelewengan subsidi ke industri.

“Dari pantauan kami (Pertamina) menemukan Solar Subsidi dibeli Industri. Dan temuan itu sudah kami tangani dan SPBU yang melakukan pelanggaran tersebut sudah kami tindak baik dengan tindakan peringan maupun tindakan pemberhentian sementara penyaluran BBM subsidi tersebut,” ujar Yudi.

Sedikitnya ada 5 SPBU yang mendapat surat peringatan maupun pemberhentian sementara penyaluran Solardi Kaltim dan ada 17 SPBU di Kalimantan.

Kuota Solar yang ditargetkan Pertamina sejak bulan Januari hingga 7 November 2018 ini sebanyak 174.344 Kiloliter sedangkan realisasinya mencapai 191.098 KL atau kelebihan 9,61%.”Ini masih akan meningkat hingga akhir bulan depan,” tambah Yudi.

Sementara itu, berbeda dengan penyaluran kuota Solar yang mengalami kelebihan tersebut, BBM jenis Premium hingga Tanggal 7 November masih harus belum mencapai kuota.

“Kalu Premium, masih dalam proses penyaluran. Dimana saat ini Premium terealisasi sementara mencapai 279.120 KL dari kuota yang disediakan sebanyak 280.982 KL atau masih kurang 0,42 %,” ungkap Yudi.

Menghadapi permasalahan kelebihan kuota Solar tersebut, pihak Pertamina melakukan beberapa solusi seperti mengurai antrian kendaraan dalam kota, kendaraan besar dan panjang difokuskan mengisi di SPBU luar kota. Juga melakukan pembatasan volume pengisian BBM untuk mempercepat pelayanan, serta melakukan pembatasan BBM solar tepat sasaran di SPBU sekaligus melakukan monitoring bersama. (*)

Penulis : Michael M

Editor : Mailangkay

Berita Terkait