Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Korban anak ke 23 yang tewas di lubang tambang

poto korban 2SAMARINDA, CAHAYAKALTIM.com—Korban bekas lubang tambang kembali menelan korban di Kota Samarinda. Dalam kurun lima bulan lubang tambang sudah menghilangkan 4 nyawa. Ini melengkapi 23 korban dari lubang tambang di Kaltim.

Menurut Jatam Kaltim, Johansyah Merah mengatakan, nyaris tiap bulan lubang tambang merenggut nyawa. Kali ini, giliran Kusmayadi (22) warga Sambera Baru Kecamatan Marangkayu yang tenggelam di  lubang tambang batubara milik CV Panca Bara Sejahtera di JL. Ring Road 3 Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda.

Menurut keterangan Jaka Fusu (21) yang merupakan teman almarhum saat berenang bersama Agus Putrawan (25) yang juga kakak sepupu korban, awalnya  sekitar jam 16.00 Wita mereka  pergi ke danau dengan tujuan memancing, akan tetapi disela-sela kegiatan muncul keinginan  untuk berenang.

“Setengah jam kami berenang hingga ketengah danau, tapi ketika ingin balik ke pinggir, dia tidak kuat. Saya sempat pegang rambut dia tapi berhubung  badannya besar akhirnya saya lepas karena tidak kuat. Saya dan kakaknya sempat berteriak minta tolong,” ucap Jaka Fusu Selasa (03/05/2016)

DAFTAR KORBAN TEWAS LUBANG TAMBANG DI KALTIM
DAFTAR KORBAN TEWAS LUBANG TAMBANG DI KALTIM

Pencarian dimulai malam sekitar jam 19.30 Wita oleh masyarakat setempa, BPBD dan juga dibantu bererapa organisasi kemasyarakatan. Hingga jam 22.25 dilakukan pencarian, jasad korban belum juga ditemukan.  Namun  Pencarian  malam itu dihentikan karena ada himbauan dari kapolsek dan akan dilanjutkan paginya.

Menurut Kapolsek  Samarinda Utara, AKP Erick Budi Santoso mengatakan pencarian dibantu oleh Satuan Brimob Den B Samarinda dengan  15 anggota dan 4 orang yang melakukan penyelaman. Walhasil jasad korban akhirnya ditemukan setengah jam setelah penyelaman.

Korban merupakan karyawan salah satu Mall di Kota samarinda, sudah tujuh bulan bekerja  disana.

Anak  pertama dari empat bersaudara putra dari pasangan  Udin dan Kasmiah ini mencari kerja di  Samarinda karena di Kecamatan Marangkayu daya dukung lingkungan tidak memungkinkan lagi untuk menyerap tenaga kerja.

Marangkayu adalah salah satu kecamatan yang sudah bangkrut karena perusahaan tambang, migas dan batubara.

Lubang tambang  yang   hanya berjarak 57 Meter dari pemukiman terdekat dan juga dilntasi jalan raya ini seluas 2X lapangan sepak bola.

Perusahaan dengan Nomor SK 545/459/HK-KS/VIII/2010 yang tercantum dalam dokumen UKL-UPL CV Panca Bara Sejahtera ini memiliki  luas konsesi   123,8 Hektar, namun sampai saat ini lubang masih dibiarkan menganga sejak tahun 2013 tanpa ada tanggung jawab dari pihak perusahaan. Dari analisis Citra Iconos 2014 masih terdapat delapan lubang tambang warisan perusahaan ini di kawasan tersebut.

Sumber : Jatam Kaltim/michael

Berita Terkait