Berita Headline Berita Terkini Politik 

KPU perpanjang waktu pendaftaran Parpol hingga pukul 24.00 hari ini

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Batas waktu pendaftaran partai politik peserta pemilu diperpanjang hingga 17 Oktober 2017 pukul 24.00.

Hal ini seperti dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan Noor Thoha kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa siang (17/10/2017).

Menurut Noor Thoha awalnya masa pendaftaran itu berakhir pada 16 Oktober pukul 24.00 wita, namun sesuai dengan Surat Edaran KPU RI Nomor 585, masa pendaftaran diperpanjang satu hari yaitu tertanggal 17 Oktober pukul 24.00 wita.

Sampai Selasa siang kemarin (17/10/2017) sudah ada 15 partai politik yang menyerahkan berkas pendaftaran ke KPUD Balikpapan. Di mana ada 15 partai politik telah dinyatakan lengkap.

“Ke lima belas partai itu sudah memenuhi syarat dan sudah memberikan dokumen yang isinya minimal ada 619 anggota, baik itu berupa KTP dan KTA.  Namun masih ada dua partai lama yang perlu diperbaiki. Dua partai itu adalah PAN dan PKB, kita akan tunggu hari ini hingga pukul 24.00 malam ini,” ujar Noor Thoha

Dari 15 partai tersebut, diketahui ada 12 partai lama dan terdapat beberapa partai baru seperti Perindo, Berkarya, PSI, Garuda, Idaman. “Ada 17 parpol dan dua yang masih lakukan perbaikan,” sebutnya Thoha lagi.

Pendaftaran peserta Pemilu ini yang wajib dipenuhi yaitu pengurus provinsi 100 persen dan 75 persen untuk kabupaten kota. Artinya 100 persen ini adalah seluruh partai politik di setiap provinsi di Indonesia wajib ada pengurusnya. Sedang di masing masing Kabupaten kota di provinsi tersebut ada 75 persen pengurusnya.

“Nah jika di Kaltim ada sepuluh kabupaten kota, maka setidaknya ada 7 kabupaten kota yang minimal wajib ada pengurusnya. Artinya jika kurang dari itu, maka partai gagal secara nasional untuk menjadi peserta pemilu,” ujar Thoha lagi.

Setelah masa pendaftaran ini berakhir, maka KPU Balikpapan akan melakukan verifikasi adminitrasi hingga 1 bulan ke depan. Verifikasi adminitrasi ini adalah dilakukannya pengecekan kegandaan keanggotaan yang dapat terdeteksi melalui SIPOL. Salah satunya melihat status pekerjaan semua anggota.

“Kalau ditemukan adanya anggota TNI, Polri dan ASN yang duduk sebagai pengurus partai politik maka yang bersangkutan wajib mundur jadi keanggotaanya. Kemudian verifikasi adminitrasi terakhir adalah pengurus atau anggota minimal 17 tahun atau sudah pernah menikah,” ujar Noor Thoha lagi.

Setelah vefikasi administrasi telah dilakukan dan partai yang telah melakukan pemeriksaan syarat ini dibawah 619 KTA/KTP maka masih diberikan kesempatan untuk perbaikan.

“Nah kalau ketemu yang ganda-ganda keanggotaan ini kita datangi orang dan kita tanya posisi dipartai mana. Misalnya ada 100 yang ganda kita sebar tim kita untuk ditanyakan itu dia dipartai mana,” bebernya.

“Tahap berikutnya setelah 17 oktober ini selama 30 hari kedepan kita lakukan verifikasi administrasi seperti kegandaan keanggotaan ini bisa terdeteksi oleh system aplikasi partai kita. Kedua kita akan melihat pekerjaan yakni tidak boleh menjadi anggota parpol itu TNI Polri dan ASN. Kemudian kita lihat umurnya boleh kurang dari 17 tahun tapi sudah menikah,” terangnya.

Selanjutnya Thoha mengatakan, apabila ditemukan adanya keanggotaan ganda namun  tidak ditemukan dilapangan maka KPU Balikpapan akan meminta bantuan parpol untuk menghadirkan.

Dari hasil pendaftaran ini, partai Golkar sebagai partai yang paling banyak menyerahkan KTA, yaitu ada  3174 KTA dan KTP yang telah diserahkan.

Kemudian PPP menyerahkan 1385 KTA, disusul Partai Gerindra 1.345 KTA/KTP, Partai Demokrat 1001 KTA, Partai Nasdem 999 KTA, lalu  PDI Perjuangan sebanyak 777 KTA, PKPI 726 KTA, Perindo 724 KTA, PSI 716 KTA,  PBB 701 KTA, dan Berkarya 700 KTA,  disusul partai Garuda 681 KTA, partai Idaman 641 KTA.

 

Penulis : Alfian Tamzil

Berita Terkait