Berita Headline Berita Terkini 

Kuota polisi di pebatasan ditambah

poldaBALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Dari 207 calon polisi yang lulus dan mengikuti pendidikan pembentukan bintara (Diktuba) 2016, 46 di antaranya dari Kalimantan Utara (Kaltara).

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menerangkan, pihaknya berupaya mengajukan ke Mabes Polri, agar kuota polisi di perbatasan ditambah. Khususnya di Malinau, Nunukan dan Kutai Barat.

“Alhamdulillah dikabulkan,” ungkapnya usai memimpin upacara pembukaan Diktuba di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim, Jalan Jenderal Sudirman, Stal Kuda, Balikpapan, Rabu (10/10).

Jenderal bintang dua ini menguraikan, sebelumnya jumlah kuota tidak sebanyak itu. “Karena ini wilayah perbatasan,saya berupaya meminta kuota demi pemeliharaan kamtibmas di wilayah perbatasan,” tuturnya.

Proses penerimaan calon polisi saat ini, dipastikan bersih dari segala bentuk kolusi, korupsi dan nepotisme. Calon siswa yang lulus sudah sesuai kompeten dan serangkaian uji dan persyaratan yang diberikan.

Sebab, jelas Safaruddin, penerimaan polisi masa depan ini untuk mendapatkan sumber daya manusia yang sesuai harapan. Sehingga dididik dengan baik, dan  shg terwujudnya polisi profesioanl terpercaya, humanis bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Sementara, calon siswa yang tak lulus, diharapkan tahun depan bisa mendaftar lagi. Bahkan Polda kaltim akan memefasilitasi kekurangan. Missal gugur di kesehatan, fisik, psikotes dan lain sebagainya.

“Nanti kami bantu latihan dan arahkan. Silahkan mempersiapkan diri untuk tahun depan,” imbau alumnus Akpol 1984 itu.

Ketika ada kelemahan di fisik dan kesehatan, Kapolda juga berharap bisa diinformasikan kemudian disembuhkan. Bisa pula minta surat keterangan dari dokter Bhayangkara, perihal kesehatan dan penyembuhannya.

Diketahui, selama tujuh bulan nanti para bintara akan mengikuti sejumlah latihan dasar. Yakni dua bulan dasar Bhayangkara. Seperti pengenalan bhyangkara, baris-berbaris, bela diri, ketangkasan, teori dan praktik.

Setelah melewati dua bulan,dilanjutkan empat bulan materi pendidikan fungsi tehnis di satuan kepolisian. Misal Intelkam, reserse, lalulintas, sabhara dan lainnya. Dilanjutkan satu bulan, pembulatan.

Selain mengikuti pendidikan, calon polisi wajib pula mentaati aturan di SPN.  Seperti tidak boleh menikah saat masih pendidikan, mengikuti jadwal kalender akademik yakni libur, belajar, dan pesiar atau ke luar dari SPN.

sumber : humas polda kaltim