Berita Terkini Bumi Etam 

Listrik Kaltim kelebihan hingga 200 MW

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com — General Manager PLN Wilayah Kaltimra Riza Novianto Gustam mengungkapkan, saat ini kondisi kelistrikan pada Sistem Mahakam saat ini surplus 200 MW.

“Supply listrik saat ini cukup, jadi sudah dipastikan tidak ada pemadaman karena defisit daya,” kata Riza.

Daya tersebut, lanjut Riza, merupakan cadangan daya yang diperoleh dari PLTU Teluk Balikpapan sebesar 110 MW dan surplus daya sebanyak 90 MW di Sistem Mahakam yang mengaliri empat daerah di Kaltim, yaitu Balikpapan, Samarinda, Tenggarong (Kutai Kartanegara), dan Bontang.

Pada Sistem Mahakam saat ini, beban puncak Sistem Mahakam berkisar 370 MW dan daya pasok sebesar 520 MW. “Angka tersebut masih di luar dari stok daya pembangkit berbahan bakar solar yang berada dalam posisi stand by atau cadangan,” kata Riza.

Dengan kondisi seperti itu, jelas Riza, dipastikan supply daya untuk Sistem Mahakam aman.

Disisi lain, PLN juga telah menyatakan kesiapan untuk melistriki daerah-daerah terpencil di Kaltim dan Kaltara.

Diungkap oleh Riza bahwa Kaltimra siap menambah mesin pembangkit dengan total kapasitas 70 MW untuk daerah terpencil.
Pembangkit yang menggunakan tenaga diesel ini rencananya akan tersebar ke sedikitnya 26 lokasi.

Lokasi tersebut terbentang dari Kalimantan Timur meliputi Paser, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, hingga Kalimantan Utara yakni di Bulungan, Tanjung Selor, Tana Tidung, Nunukan, dan Malinau.

Kesiapan PLN untuk melistriki daerah-daerah terpencil merupakan wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan pelayanan, khususnya di daerah-daerah yang saat ini belum terlistriki atau belum benderang 24 jam. Kapasitas PLTD tersebut beragam terdiri dari 200 kW, 500 kW, dan 1000 kW.

Baru baru ini, PLN meresmikan tambahan PLTD bagi desa terpencil. Diantaranya adalah Kepulauan Derawan sebesar 3x 200 kW pada beberapa minggu silam.

Dalam waktu dekat, tambahan mesin PLTD juga akan dioperasikan pada Kecamatan Tanjung Batu agar lokasi tersebut berlistrik 24 jam penuh. Hal tersebut rencananya akan dioperasikan pada Oktober nanti, bersamaan dengan momentum Hari Listrik Nasional.

Sementara itu, terkait padamnya aliran listrik yang masih dirasakan dari sisi pelanggan, hal tersebut dikarenakan kegiatan pemeliharaan atau gangguan listrik.
Riza menyatakan, gangguan listrik merupakan faktor eksternal yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan padam.

“Jenisnya beragam, bisa karena hujan, petir, pohon maupun benda-benda asing yang mengenai jaringan listrik. Gangguan inilah yg tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja,” sambungnya.

Namun demikian, PLN memiliki tim penanggulangan gangguan yang mana secepat mungkin akan diturunkan kelapangan untuk melakukan inspeksi gangguan terkait temuan atau laporan dari pelanggan.

Sementara itu dari sisi pemeliharaan rutin, ia menjelaskan bahwa dilakukannya pemeliharaan bertujuan untuk meningkatkan keandalan jaringan dan distribusi listrik ke pelanggan.

Seperti yang tengah terjadi di Balikpapan dan sekitarnya dimana sedang dilakukan pemeliharaan untuk mengganti kabel proteksi pada jaringan selama dua bulan terakhir ini.

Penggantian tersebut dilakukan guna mengganti kabel jaringan agar proteksinya lebih baik lagi, sehingga lebih kuat menahan dari gangguan seperti hewan, pohon, dan sebagainya.

“Untuk alasan keselamatan, selama kegiatan pemeliharaan, aliran listrik pada jaringan yang sedang digarap memang harus dimatikan sementara. Namun, jadwal pemeliharaan selalu kami infokan ke pelanggan,” lanjut Riza.

Sehubungan dengan hal tersebut, Riza juga memohon maaf atas ketidaknyamanan atas padamnya aliran listrik yang dirasakan dari sisi pelanggan.

Dia juga menghimbau kepada pelanggan untuk senantiasa peduli dengan jaringan disekitar tempat tinggal mereka, dan segera melapor ke PLN untuk penangganannya.

“Misalnya, jika ada pohon disekitar rumah yg kena kabel listrik, nah itu bisa dilaporkan untuk meminimalisir risiko gangguan lainnya,” pungkasnya. (adv)

Editor : Michael M

Berita Terkait