Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Nekat menjambret Agung nyaris dihakimi massa

JambretBALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Seorang pemuda yang berprofesi sebagai buruh lepas ini harus merasakan dinginnya sel tahanan sementara Polres Balikpapan.

Pemuda yang berlakangan diketahui bernama Agung (21) terpaksa melakukan tindak pidana dengan menjambret tas aeorang wanita yang sedang mengendarai motor, karena kehabisan uang untuk keperluan sehari-harinya.

Namun aksi nekat Agung gagal setelah warga di kawasan Perumahan elit itu menyaksikan aksi penjambretan tersebut dan mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.

Agung termasuk beruntung. Karena warga tak sempat main hakim sendiri, karena saat tertangkap warga, polisi melintas di jalan tersebut dan langsung mengamankan pelaku.

Tas yang dijambret Agung berisi 1 unit telepon genggam dan uang sejumlah 300 ribu. Tas tersebut dibawa korban dengan menaruhnya di di keranjang depan motor maticnya.

“Masih di Jalan Pupuk saya dikejar warga dan ditabgkap. kebetulan ada polisi lewat dan mengamankan saya,” kata Agung kepada Cahayakaltim.com, Selasa (8/11/2016) di Mapolres Balikpapan.

Agung mengaku awalnya tak ada niat menjambret. Namun pemuda yang tinggal di Perumahan Graha Indah PGRI RT 13 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara ini melakukan kejahatan karena melihat ada kesempatan.

“Tadinya saya tidak berniat melakukannya. Tapi ketika berpas-pasan dengan korban, saya lihat tas di keranjang depan motor itu. Gak tahu kenapa terbesit niat dan langsung saya ambil itu tas,” tuturnya.

Selain itu Agung mengaku sedang kehabisan uang. “Saya ndak pernah minta sama orang tua lagi. Ini saya lagi kehabisan uang sama sekali. Gak ada pegangan,” ucapnya.

Kepala Unit Humas Polres Balikpapan, Iptu D Suharto, mengungkapkan tersangka melakukan tindak pidana secara spontan.

“Melihat ada kesempatan, timbulah niat. Maka dari itu dihimbau pengendara mohon lebih berhati-hati. Jangan berikan pelaku kejahatan kesempatan,” kata Suharto.

Kendati demikian, jeratan hukum tetap berjalan. Agung dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis : Melani Sekar

Editor : Michael Mailangkay

Berita Terkait