Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Normalnya Tiket Pesawat Dorong Inflasi Kota Balikpapan Lebih Rendah

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Kembali normalnya harga tiket pesawat dari dan ke Balikpapan, mencatatkan angka inflasi Kota Balikpapan mencapai 0,19 % atau lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,62 % dan juga Kalimantan Timur 0,32%.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menagatakan, angka inflasi Kota Balikpapan bulan Januari 2018 ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tertunda 1,41% (mtm).

“Penurunan inflasi Balikpapan pada akhir tahu lebih banyak yang disebabkan oleh meredanya tekanan inflasi pada kelompok administered price yang menyumbang deflasi sebesar -0,23% mtm, imbas dari kembali normalnya tarif angkutan udara setelah Natal dan tahun baru,” kata Suharman, kepada cahayakaltim.com, Jumat (2/2/2018).

Sumbangan inflasi juga datang dari kelompokvolatile foods memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,24% (mtm). Sumbangan terbesar berasal dari kamoditas beras (0,07%), tormat sayur (0,06%), cabe rawit (0,04%) dan bawang merah (0,03%). Selanjutnya, kelompok inti juga memberi andil inflasi sebesar 0,17% (mtm) yang meningkat oleh kenaikan harga perawatan otomotif (0,03%) dan seragam anak sekolah (0,02%).

“Secara keseluruhan inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 1,55 % (yoy) atau lebih rendah dari nasional sebesar 3,25% (yoy), namun sedikit lebih tinggi dibandingkan Kaltim sebesar 1,51% (yoy),” ujar Suharman.

Mengawali tahun 2018, TPID Kota Balikpapan telah melakukan beberapa kegiatan sebaga respon atas kenaikan harga beberapa komoditas bahan makanan di beras, a ntara lain;

  • Rapat Koordinasi Operasi Pasar.
  • Operasi Pasar di beberapa titik di Balikpapan melalui Bulog Divre Kaltim dan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
  • Sidak pasar yang diikuti oleh KPPU Balikpapan, Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, Polres Balikpapan dan Organisasi Perangkat Daerah lainya.

Terrdapat beberapa faktor yang diperkirakan akan tetap memberi tekanan pada awal tahun 2018, seperti ;

  • Berdasarkan informasi dari BMKG, Balikpapan dan beberapa daerah sentra produksi bahan makanan masih berpotensiterkena risiko cuaca buruk yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga barang dari luar daerah dan pasokan ikan yang berkurang akibat aktivitas melaut yang menurun.
  • Kenaikan harga kebutuhan sekolah.
  • Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan bahan bakar minyak non penugasan.

“Untuk mengantisipasi tekanan yang ke depan, tetap diperlukan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan Instansi terkait (termasuk satgas pangan) guna mengambil langkah antisipatif potensi kenaikan harga beberapa komoditas utama Kota Balikpapan,” tutup Suharman. (*)

 

Editor : Michael M

 

Berita Terkait