Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Operasi Zebra, polisi optimalkan sasaran dan target

Wakapolda Kaltim menyamatkan pita Operasi Zebra. image by alfian tamzil-cahayakaltim.com

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur melakukan gelar pasukan operasi zebra mahakam Tahun 2017 yang dilaksanakan di halaman Mapolda Kaltim, Rabu pagi (1/11/2017).

Apel gelar pasukan ini dipimpin lansung Waka Polda Kaltim Brigadir Jenderal Polisi Noufal serta dihadiri pula seluruh pejabat utama di lingkungan Polda Kaltim, Danpomdam VI Mulawarman Kolonel CPM Sudirman Side, Kadishub Provinsi Kaltim, serta sejumlah anggota dari berbagai satuan di Polda dan hadir pula sejumlah Polisi Milter dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Tema Operasi Zebra pada tahun ini adalah penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas ini akan berlangsung selama 14 hari yang dimulai sejak hari ini, 1 November dan berakhir pada 14 November yang akan datang dan digelar di seluruh Indonesia.

Waka Polda Kaltim Brigjen Naoufal dalam sambutannya mengatakan, baru baru ini Polisi Lalu Lintas baru saja merayakan hari jadinya ke 62. Diusia 62 ini Polantas telah berhasil menciptakan dan melakukan inovasi kepada pelayanan masyarakat.

“Pelayanan pelayanan yang telah dilaksanakan jajaran Polantas adalah pelayanan pembuatan SIM, pembayaran pajak hingga pembayaran denda tilang. Saya ucapkan terimakasih kepada Ditlantas Polda Kaltim atas capaiannya selana ini,” ujar Noufal.

Pada kesempatan yang sama, Noufal juga menyampaikan sambutan tertulis Korlantas Polri yang isinya diantaranya pelaksanaan operasi zebra ini untuk mengetahui sejauh mana pengawasan yang dilakukan Polri selama ini dalam memantau lalu lintas.

“Operasi ini juga untuk mengoptimalkan jajaran Polantas sesuai dengan target dan sasaran,” ujar Noufal lagi.

Ia juga menyampaikan, dalam operasi zebra ini jajaran Ditlantas Polda Kaltim dan Satlantas di seluruh Polres yang ada di Kalimantan Timur akan melakukannya operasi secara mobile.

Sasaran utama pelanggaran lalu lintas adalah pelanggaran yang sifatnya berpotensi terhadap kecelakaan. Seperti melawan arus, menerobos lampu lintas dan tidak mengenakan helm.

“Saat ini masih ada saja pengendara sepeda motor maupun penumpangnya yang tidak mengenakan helm. Padahal helm ini sifatnya wajib, karena tujuannya untuk melindungi kepala dari benturan. Ini juga termasuk yang akan kami tindak,” ujarnya kepada sejumlah wartawan setelah apel gelar pasukan selesai digelar.

Selain pelanggaran lalu lintas, Noufal juga menyampaikan, bahwa saat ini yang sering terjadi adalah pejalan kaki sering mengalah dengan kendaraan yang melalui zebra cross.

“Seharusnyakan kendaraan yang mengalah terlebih dahulu, ketika ada pejalan kaki berdiri di zebra cross, pengemudi harus menghentikan kendaraannya. Nah, yang terjadi sekarang justru terbalik. Malah pejalan kakinya yang justru menunggu pengemudi kendaraannya untuk berhenti,” pungkasnya.

Ia juga berpesan kepada jajaran Polantas agar wajib bertindak dalam melakukan upaya pembinaam keamanan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas dengan memberdayakan stage holder dan bekerja sama dengan instansi terkait sehingga diharapkan menciptakan keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas.(*)

 

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait