Berita Headline Berita Terkini Bumi Etam 

Parkir di atas trotoar, masuk ranah korupsi

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Kesadaran masyarakat dalam memarkirkan kendaraannya di atas trotoar ternyata masih sangat minim. Ini dibuktikan masih banyaknya warga Balikpapan yang dengan sengaja memarkirkan mobil tepat di atas trotoar.

Padahal Balikpapan yang dikenal sebagai salah satu kota layak huni di Indonesia, bisa saja pupus, lantaran tindakan segelintir warga yang dengan sengaja memarkirkan mobilnya di atas trotoar.

Menurut Ketua Umum Gerakan Masyarakat Madani (Gemma) Kota Balikpapan, Ir Sudjatmiko mengatakan, bahwa Balikpapan ini adalah kota layak huni.

“Pengertian kota layak huni itukan diantaranya adalah memanusikan orang. Sehingga prioritasnya adalah salah satunya memanjakan orang. Dan yang paling sengsara itu adalah para pejalan kaki. Nah trotoar itu diperuntukkan untuk pejalan kaki,” ujar Sudjamiko.

Ia juga mengatakan, penertiban penertiban yang telah dilakukan oleh Pemkot Balikpapan selama ini, seperti dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP sudah sepatutnya didukung.

“Yang namanya trotoar itu bukan untuk parkir. Begitu juga di jalan juga bukan untuk parkir. Kalau mau parkir itu digedung parkir atau di garasi rumah atau halaman kantor. Di Jakarta saja sudah diberkalukan peraturan larangan parkir,” ujar alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Gajah Mada Jokjakarta ini.

Menurut  Sudjatmiko, masih banyaknya warga yang memarkirkan mobilnya di atas trotoar dan di jalan umum sudah termasuk delik korupsi. “Iya jelas korupsi lah. Kan itu mengambil hak orang lain. Trotoar itukan untuk pejalan kaki, lah kenapa dibuat parkir mobil,” pungkas Sudjatmiko.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah sering melakukan penertiban bagi warga yang memarkirkan mobilnya di atas trotoar.

Namun, lebih lanjut ia mengatakan, dikarenakan keterbatasan personil, jajaranya terpaksa tidak dapat melakukan penertiban di malam hari. “Personil kamikan terbatas. Sehingga masih ada saja warga yang memarkirkan mobilnya di trotoar di malam hari,” ujarnya.

Sudirman juga mengatakan, pihaknya saat ini sedang membahas Peraturan Daerah tentang transportasi dengan DPRD Kota Balikpapan. Dan nantinya jika Perda Transportasi ini sudah diterbitkan akan ada tindakan dari Dishub bagi mereka yang parkir di sembarang tempat.

“Yah, nantinya dalam Perda Transportasi itu bagi yang parkir di atas trotoar atau di daerah yang dilarang parkir, bisa saja mobilnya kita derek atau setidaknya bannya akan kita kempesi,” pungkas Sudirman. (*)

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait