Bumi Etam 

Paskah GPIB Benuas berlangsung penuh kesederhanaan

Suasana ibadah perayaan Paskah GPIB Bukit Benuas Balikpapan. (michael mailangkay/cahayakaltim.com)
Suasana ibadah perayaan Paskah GPIB Bukit Benuas Balikpapan. (michael mailangkay/cahayakaltim.com)

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Ibadah Perayaan Jumat Agung dan Paskah kali ini dirayakan Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Bukit Benuas Balikpapan dengan kesederhanaan.

Seperti yang dilakukan Minggu (27/3/2016), ibadah Paskah kali ini digelar di halaman parkir gereja.

PaskahHeince Tumewu, salah satu Panitia Perayaan Ibadah Paskah GPIB Benuas, menyatakan pihaknya melakukan ini karena mereka ingin berfokus kepada kebaktian saja.

“Mau dibuat secara sederhana atau tidak, yang terpenting adalah umat menangkap esensi dari mengapa perlu memperingati Jumat Agung dan merayakan Paskah. Sebab jika ini tidak dipahami dengan baik maka sia-sialah usaha para panitia, pengurus, dan bahkan pemimpin gereja untuk mempersiapkan ibadah Jumat Agung dan Paskah,” kata Heince.

Pendeta GPIB Bukit Benuas Nitie Putrasana Harsono, mengungkapkan Paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus atau kemenangan ini merupakan peristiwa penyembutan hidup baru bagi manusia.

“Dalam peristiwa kebangkitan Yasus, memang tak ada yang menjadi saksi dalam peristiwa besar tersebut. Namun istilah kebangkitan itu adalah, ada. Dia Ada. Juga Dia hadir. Dia ada ketika para perempuan merasa takut untuk tidak didengar dan hadir ditengah para murid-muridnya. Untuk itu, Kebangkitan-Nya ini merupakan kemenangan bagi para manusia yang merasa takut,” kata Pendeta Nitie dalam renungannya.

Sementara itu, proses ibadah Paskah GPIB Bukit Benuas Balikpapan ini dimulai sejak pukul 04.30 Wita. Dalam iproses ibadah tersebut, diisi dengan drama pendek tentang perjalanan Yesus saat disalipkan.

Proses drama yang tak banyak berdialog itu memang hanya menggambarkan detik-detik proses penyalipan, dengan apa adanya. Hanya pemeran Yesus saja yang hanya menggunakan kain putih saat disalipkan, sedangkan pemeran lainnya tak menggunakan atribut layaknya tentara Romawi.

Usai ibadah Paskah, ditutup dengan launcing Buletin GPIB Bukit Benuas, yakni Genta Benuas dan juga ramah tamah yang berbuah doorprice. (michael)

Berita Terkait