Berita Headline 

Pedagang lapangan Merdeka sesalkan surat jawaban Pertamina

SuwadiBALIKPAPAN. CAHAYAKALTIM.com–Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di lapangan Merdeka sangat menyesalkan tanggapan dari manajemen Pertamina, lantaran mereka tidak diperbolehkan berjualan pada hari Jumat, 25 April 2016 yang lalu.

Berdasarkan surat jawaban dari Pertamina No 103/N01160/2016-S0 tanggal 24 Maret 2016, yang isinya agar para pedagang mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan, yaitu waktu berjualan di kawasan Lapangan Merdeka adalah pukul 16.00 – 22.00 untuk hari Sabtu dan pukul 06.00 – 22.00 di hari Minggu.

Sebelumnya para pedagang di kawasan ini sudah melayangkan surat  kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan dengan nomor surat 05/PKL_LM/III/2016 yang isinya memohon izin untuk berjualan pada hari Jumat pukul 08.00-22.00, Sabtu pukul 08.00 – 22.00 dan Minggu 06.00-22.00.

Surat ini juga ditembuskan kepada GM RU V Pertamina Balikpapan, yang ditandatangani oleh Swida Edy Purwanto, selaku ketua Keluarga Besar PKL Lapangan Merdeka.

Menyikapi surat jawaban dari Coorporate Secretary Area Manager Comm dan Relations Kalimantan itu, para pedagang di kawasan lapangan Merdeka itu sangat menyayangkan atas surat jawaban tersebut.

Sebab berdasarkan Surat Keputusan Walikota Balikpapan Nomor 188.45-431/2015 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima di kawasan Lapangan Merdeka Balikpapan, pada ketetapan Kedua point C yang isinya  pedagang kaki lima diberikan toleransi berjualan pada waktu yang disebutkan pada ayat 3, yang isinya, Hari libur nasional selain hari Sabtu dan Minggu, dengan ketentuan para PKL mengajukan permohonan izin secara kolektif kepada Pemkot Balikpapan melalui Satuan Polisi Pamong Praja.

Ketua  Keluarga Besar PKL Lapangan Merdeka, Swida Edi Purwanto sangat menyayangkan atas jawaban dari pihak Pertamina. Menurutnya, pihak manajemen seharusnya  mengacu pada SK Walikota tersebut.

“Saya sangat menyayangkan jawaban pihak Pertamina. Sepertinya Pertamina mengabaikan SK Walikota yang sudah ditetapkan oleh pada tahun 2015 itu,” ujar Swida kepada cahayakaltim.com.

Lebih lanjut Swida mengaku, atas surat jawaban Pertamina tersebut, banyak pedagang yang merugi, sebab para pedagang yang sudah berbelanja bahan bahan yang rencananya akan didagangkan pada hari Jumat lalu, yang bertepatan hari libur nasional atau peringatan wafatnya Isa Almasih.

“Kami kan taat pada peraturan, taat kepada SK Walikota itu, bahwa jika hari libur nasional boleh berjualan, asal sebelumnya mengajukan surat kepada Satpol PP. Semua sudah kami lakukan, namun sayang jawabannya seperti ini,” ujar Swida lagi. (alfian tamzil)

Berita Terkait