Balikpapan Berita Headline Berita Terkini 

Pelabuhan Somber dibuka petani lokal terancam

HidayaturahmanBALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Adanya rencana Pemkot Balikpapan untuk mengaktifkan kembali Pelabuhan Somber guna mempermudah akses masuknya kebutuhan pangan di Balikpapan, ternyata sangat disesalkan Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Timur.

Hal ini seperti dikatakan Ketua SPI Kaltim, Hidayaturrahman, mengatakan jika kebijakan Pemkot Balikpapan akan mempermudahan masuknya segala jenis sayuran dari luar daerah ke Balikpapan, sama saja mematikan usaha para petani lokal yang ada di Balikpapan.

“Kami setuju setuju saja jika Pelabuhan Somber itu diaktifkan kembali. Tetapi, kalau peruntukkanya khusus mempermudah masuknya hasil pertanian dari luar Balikpapan, kan itu sama saja mematikan usaha para petani yang ada di sini,” ujar Hidayaturrahman kepada cahayakaltim.com.

Lebih lanjut Ia mengatakan, di Balikpapan kebanyakan petani holtikultura, juga memiliki kualitas hasil tani yang baik. Seperti sayur-sayuran, tomat, cabe dan jenis sayuran lain.

“Jumlah petani holtikultura di Balikpapan saja ada ribuan. Di Kaltim mencapai sepuluh ribuan orang. Nah, kalau Pemkot memberikan kemudahan bagi penyulpai sayuran dari luar Balikpapan, ke mana lagi kami harus menjualnya. Padahal masalah kualitas dan harga, hasil kami tak kalah dengan sayuran luar daerah dan harganya terbilang murah,” ujar Dayat–sapaan akrab– Hidayaturrahman.

Melalui media ini pula, Dayat sangat berharap kepada Pemkot Balikpapan agar memperhatikan para petani lokal, dengan memberikan jaminan pasar serta memberikan jaminan asuransi pertanian.

“Nah, kalau Pemkot Balikpapan seolah memberi ruang kepada petani luar Balikpapan untuk menjual hasil taninya di Balikpapan, kita kita petani ini mau diapakan. Jujur saja, hasil pertanian kami tidak kalah dengan mereka. Tolonglah Pemkot perhatikan kami,” pungkasnya. (alfian tamzil)

Berita Terkait