Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Perubahan cuaca dan harga sembako, dorong deflasi Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Kota Balikpapan mencatatkan angka deflasi 0,20% (mtm) atau hampir sama dengan deflasi yang terjadi pada bulan sebelumnya sebesar 0,22% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Balikpapan, Suharman Tabrani, menerangkan, deflasi bulan November ini, terjangkit oleh kelompok Volatie sebesar 0,25% (mtm) dari beberapa komoditas bahan makanan antara lain daging ayam ras 0,08%) tomat sayur t0, 06%) dan kangkung 0,04%).

“Kelompok inti memberi andil inflasi sebesar 0,02% (mtm) yang mengalami kenaikan harga bahan bangunan yaitu batu bata X0,02%) dan kayu balokan (0,01%),” jelas Suharman, Senin (4/12/2017).

Sementara dari kelompok administered price mencatatkan inflasi sebesar 0,02% yang disebabkan oleh kenaikan harga rokok sebesar 0,02%.

“Secara keseluruhan, inflasi IHK tertunda 2,31% yoy) dan diperkirakan masih akan tetap pada tingkat yang terkendali sehingga inflasi tahun kalender tertunda 1,03% ytd),” katanya

Guna memperkuat kelembagaan, TPID Kota Balikpapan TPID Kabupaten Penajam Paser Utara dan TPID Kabupaten Paser mengikuti kegiatan capacity building yang diselenggarkan tim Pengendalian Inflasi Nasional (PIN) di Jakarta.

“Kegiatan tersebut nantinya akan menghadirkan narasumber dari TPID DKI Jakarta yang merupakan TPID tingkat provinsi terbaik se-Jawa pada tahun 2017,” ujar Suharman.

Peserta capacity building akan mendapat pembekalan mengenai tugas dan fungsi TPID sesuai Kepmendagri No. 500.05-8135 tahun 2017 dikaitkan dengan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sekaligus mekanisme kerja, koordinasi dan pelaporan TPID.

Selain itu, kata Suharman, peserta juga berkesempatan untuk berbagi sharing dari TPID DKI Jakarta mengenai program kerja unggulan dan mekanisme penganggaran dan strategi BUMD dalam mendukung mengendalikan daerah melalui Kerjasama Antar Daerah. “Peserta melakukan kunjungan lapangan ke BUMD yang berperan dalam pengendalian inflasi di Jakarta, yaitu PD. Pasar Jaya, Food Station dan Dharma Jaya,” lanjutnya.

Suharman menambahkan, beberapa faktor yang diperkirakan akan memberi tekanan inflasi, seperti pertama, berdasarkan informasi dari BMKG, Balikpapan dan daerah sentra produksi bahan makanan masih terpapar berisiko cuaca buruk akibat gelombang siklon puspa yang dapat berdampak pada fluktuasi harga barang dari luar daerah dan pasokan ikan yang berkurang akibat aktivitas melaut yang menurun.

Kedua, tren kenaikan harga barang-barang konsumsi menjelang akhir tahun, dan ketiga, potensi naiknya tarif angkutan udara, dengan kedamaian Hari Besar Keagamaan Nasional danakhir tahun.

“Untuk mengantisipasi tekanan yang menuju ke depan, tetap diperlukan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan Instansi terkait (termasuk satgas pangan) guna mengambil langkah antisipatif atas kenaikan harga tersebut,” tutup Suharman. (*)

Editor : Michael M

Berita Terkait