Advetorial 

Arief Budiman si Perwira tangguh laut dan udara

Kolonel Laut (P) Arief Budiman.
Kolonel Laut (P) Arief Budiman.

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–memiliki pengalaman sebagai penerbang dan pernah menjadi komandan kapal perang tentu menjadi hal langka atau bisa jadi hanya beberapa orang saja yang pernah mengalaminya. Hal ini seperti seperti yang dialami Kolonel Laut (P) Arief Budiman, yang saat ini menjabat sebagai Danlanal Balikpapan.

Arief Budiman, adalah sosok perwira TNI AL yang memiliki pengalaman luar biasa. Ia pernah menjadi pilot dan pernah pula menjadi komandan kapal perang.

Alumni Akabri Angkatan Laut tahun 1995 ini memulai kariernya sejak tahun 1996. Saat itu ia lulus untuk mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang TNI Angkatan Laut di Juanda, Surabaya.

Setelah lulus sekolah penerbang di tahun 1998, Arief sudah mulai menerbangkan pesawat, diantaranya Pesawat TB 9, F 23 Bonanza, Nomad 22 dan Nomad 24 di Squadron Udara Patroli Maritim dan pernah menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut di Pangkal Pinang, Kepulauan Riau tahun 2008 hingga tahun 2010.

Pengalamannya sebagai pilot terbilang cukup memadai, ia sudah mengantongi jam terbang sebanyak lebih dari 2000 jam terbang.

Setelah tidak lagi “mengudara” Arief Budiman kembali ke teritorialnya, yakni di laut. Ia pernah menjadi komandan KRI Tanjung Fatagar di tahun 2010 hingga tahub 2011. Kemudian menjadi komandan KRI Banjarmasin di tahun 2011 hingga tahun 2012 dan tahun 2013 hingga tahun 2015 ia menjadi komandan KRI Banda Aceh.

Di KRI Banda Aceh inilah Arief memiliki banyak pengalaman yang selalu menjadi kenangan dalam hidupnya. Saat itu ia pernah menjadi Komandan Satgas Rimpac. Yakni latihan perang terbesar di dunia yang digelar kepulauan Hawaii, Amerika Serikat.

“Pengalaman saya saat mengikuti latihan perang terbesar di dunia itu, terkesan sekali bagi hidup saya. Sebab kami membawa kapal perang hasil buatan anak bangsa. KRI Banda Aceh kan diproduksi oleh PT Pal, buatan Indonesia,” ujar Arief Budiman kepada cahayakaltim.comsaat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/04/2016).

Kala itu Arief bersama anggotanya mengikuti latihan Rim of The Facopil (Rimpac) yang digelar selama 96 hari. Dan peserta yang mengikuti latihan perang itu terdiri dari 42 negara.

Sebagai prajurit TNI yang memiliki pengalaman di laut dan udara, tentu saja tidak begitu saja ia raih. Banyak rintangan serta tantangan yang harus ia hadapi, terlebih di lingkungan TNI.

Ini dibuktikan dengan banyaknya briefet yang selalu menghiasi seragamnya. Diantaranya, Flight Safety Officer, wing penerbang kelas 2, brifet kapal atas air, brifet scuba dan scuba pos serta banyak brifet lainnya.(alfian tamzil)

Berita Terkait