Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Polda Kaltim Gagalkan 17 Ton Miras Ilegal Jenis Captikus Masuk Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com– Direktorat Sabhara Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggagalkan upaya minuman keras jenis captikus atau CT sebanyak sekira 17 ton masuk Balikpapan, Kamis (4/3/2019).

Miras tradisional yang dikemas dalam karungan sebanyak 425 karung dari Manado Sulawesi Utara ini disita polisi karena tidak memiliki  ijin untuk masuk di wilayah teritorial Polda Kaltim.

“Ada sebanyak 425 karung miras cap tikus. Kalau ditotal semuanya 17 ton lebih,” kata Direktur Sabhara Polda Kaltim Kombes Pol Thofan Herinoto, kepada cahayakaltim.com.

Penyitaan ratusan karung miras tersebut, merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) jelang pesta demokrasi, Pemilu 2019 yang akan berlangsung 17 April nanti.

“Ini juga bagian dari Operasi Cipkon jelang Pemilu. Untuk menciptakan situasi aman kondusif menjelang Pilpres dan Pileg nanti,” ujarnya.

Penyitaan ini bermula dari informasi masyarakat terhadap adanya peredaran miras ilegal yang masuk ke Balikpapan melalui jalur laut, dari Manado. Setelah melakukan penyelidikan, kata Thofan, pihaknya pun berhasil mengamankan miras tersebut.

“Dapat informasi. Miras datang dari Manado. Masuk melalui Pelabuhan Kariangau, pakai kapal. Pukul 05.00 Wita, truk yang bermuatan miras langsung kita tahan, beserta muatannya itu,” jelasnya.

Saat ini, 17 ton miras dan mobil truk pengangkut beserta sopirnya telah diamankan di Kantor Ditshabara Polda Kaltim. Nantinya, proses penyelidikan akan dilimpahkan ke Polres Balikpapan.

“Prosesnya yuridisnya nanti kita serahkan ke Polres. Dan pemilik miras ini atas nama Jhonly Berty. Dia bisa jadi tersangka,” lanjutnya.

Dari informasi yang diterima Direktorat Sabhara Polda Kaltim, miras tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Kaltim, khususnya di Balikpapan dan Samarinda. (*)

Penulis : Resy W S (Echy)

Editor : Michael M

Berita Terkait