Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Polda Kaltim gagalkan penjualan anak dibawah umur di Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Kaltim, melalui Subdit IV, Tindak Pidana Remaja, Anak-anak dan Wanita (Reknata), berhasil menggagalkan upaya seorang wanita melakukan praktek prostitusi anak dibawah umur.

Dalam kasus dugaan penjualan anak dibawa umur ini, Kasubdit Penmas Polda Kaltim, AKBP Hanifa S, menerangkan, sudah mengnamankan seorang wanita berinisial Din (22) warga, Balikpapan.

Din, diamankan di salah satu hotel di Kota Balikpapan, usai transaksi dengan pria hidung belang. Beruntungnya, kedua remaja yang menjadi korban praktek prostitusi tersebut.

“Pelaku kami amankan disebuah hotel,” kata Hanifa, kepada cahayakaltim.com, Jumat (5/5/2017).

Selain itu, polisi juga mengamankan anak di bawah umur berinisial DN (16) dan An (15). Dimana DN masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Balikpapan. Sedangkan  An remaja putus sekolah. Kedua korban warga Balikpapan.

“Penangkapan ini, sebelumnya berawal dari adanya laporan masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan dan menemukan kasus ini dan langsung dilakukan penindakan,” kata Hanifa yang ditambahkan Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Kaltim, AKBP Asri Delfi.

Sebelum ditangkap di hotel, pelaku dengan kedua korban main di sebuah karaoke keluarga di Balikpapan. “Mereka awalnya sedang berada di sebuah karaoke keluarga dan mendapat pesanan dari seseorang. Kemudian, pelaku menawarkan kedua korban dan mereka langsung menuju hotel,” kata Asri.

Pelaku mendapat bayaran Rp 2,8 juta dari pemesan dan kedua korban diberi masing-masing Rp 500 ribu.

“Pengungkapan ini merupakan fenomena kalau dalam dunia prostitusi sudah melibatkan anak di bawah umur. Anak dibawah umur ini dijual seharga Rp 2,8 juta kepada pemesan, namun hanya diberi kepada korban Rp 500 ribu,” terang Asri.

Sedangkan modus yang dipakai pelaku untuk melancarkan niat bejatnya, dengan melakukan pendekatan terhadap teman-temannya kemudian menawarkan. “Faktor ekonomi menjadi salah satu indikasi korban mengikuti ajakan pelaku,” ujar Asri.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan satu unit ponsel yang diduga menjadi alat komunikasi pelaku untuk menawarkan praktek prostitusi dan uang tunai Rp 2,8 juta. (*)

Penulis : Michael M

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait