Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Polisi Lumpuhkan Perampok dan Pelecehan Seksual di Martadinata

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Upaya pelarian pelaku perampokkan serta pelecahan seksual di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berakhir. Bahkan Polisi harus bertindak tegas dengan melumpuhkan pelaku dengan timah panas karena berupaya melarikan diri.

Sebenarnya, Polisi berhasil menangkap pelaku utama perampokan dan pelecehan ini sejak Sabtu (2/3/2019) lalu. Tersangka diketahui merupakan residifis yang pernah menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan dengan kasus pencurian rumah kosong. Dia bernama Fahri Ibnu Irwan (35) warga RT 47 Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Menurut Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra, Fahri ditangkap di rumah mertuanya, di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

“Saat akan ditangkap, pelaku berusaha melakukan perlwanan sehingga dilakukan tindakan tegas dengan melumpuhkannya. Dimana tindakan ini sudah prosedur karena ada peringatan terhadap tersangka yang hendak melarikan diri,” kata Wiwin kepada cahayakaltim.com, Senin (3/4/2019).

Usai melumpuhkan tersangka, Polisi kemudian menggeledah tempat tinggal tersangka. Dirumah Fahri, polisi menemukan barang bukti baru yakni narkoba jenis Sabu. “Dugaan sementara, hasil kejahatan tersangka ini, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga untuk membeli narkoba,” ujar Wiwin.

Wiwin melanjutkan, sebelumnya tersangka pernah menyewa sebuah kamar di dekat tempat tinggal korban. Untuk itulah dia cukup paham kondisi rumah korban dan seluk-beluk kawasan tersebut.

Untuk diketahui, kasus perampokan dan pelecehan seksual ini terjadi Rabu (27/2) lalu, sekira pukul 03.00 Wita, di kawasan Jl Martadinata. Saat itu, korban berinisial SH (35) dan anaknya JN (10) sedang terlelap tidur. Mereka terkejut setelah seorang lelaki menggunakan tutup muka dengan kain sudah berada di dalam kamar.

Dengan diancam menggunakan pisau, SH dan anaknya di borgol dan mulut di tutup dengan kain. Pelaku mengibrak-abrik rumah korban mencari barang berharga. Karena tak menemukan, pelaku menyerat SH sehingga pakaian korban robek. Saat itulah korban mendapat pelakuan pelecehan seksual. Merasa terancam, korban akhirnya memberikan kunci motor miliknya kepada pelaku.

Pelaku kemudian merampas kalung emas dan sepasang anting-anting emas yang terpasang di badan SH. Selain itu, pelaku juga mengambil uang tunai Rp 350 ribu dan smartphone Samsung J2.

Atas kejahatan yang dilakukan tersangka, Polisi menjerat Fahri dengan pasal berlapis. Seperti pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan serta menyiapkan jeratan hukum tentang Narkoba.

“Sementara di kenakan Pasal 365 dulu. Terkait pencabulan, masih didalami. Begitu juga dengan temuan sabu dirumah tersangka,” tutup Kapolres Wiwin. (*)

Penulis : Michael M

Editor : Michael M

Berita Terkait