Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Polisi simpan 5 gram dari 5.949 gram sabu, sisanya dimusnahkan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Sabu seberat hampir 6 kilogram hasil tangkapan jajaran Direktorat reserse narkoba Polda Kaltim yang melibatkan seorang tersangka berinisial NS (67), penyelidikannya terus bergulir. Selain terus mengembangkan penyelidikan, proses hukum terhadap tersangka dilakukan secara bertahap polisi juga melakukan pemusnahan barang bukti.

Dipimpin langaung Ditreskoba Polda Kaltim, Kombes Pol Kris Erlangga Widjaya proses pemusnahan 5.949 kilogram sabu didampingi Kasubdit Penmas Polda Kaltim, AKBP Yustiadi Gaib yang disaksikan juga oleh utusan Jaksa, pengacara dan lainnya termasuk tersangka.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari standarisasi prosedur hukum. Dimaba sesuai dengan Undang-undang Narkotika No 35 tahun 2009 pasal 90 dan 91, harua dilakukan dengan menyisihkan untuk pengwcekan lab,” kata Kris, Jumat (3/11/2017).
Pemusnahan barang bukti ini, dilakukan dengan cara, melarutkan sabu kedalam air dan dibuang di savety tank (toilet).

“Sebelum dimusnahkan kami menyisihkan 5 gram bersih sabu setiap paket. Dalam kasus ini, ada 6 paket sabu dan masing-masing paket kami ambil 5 gram untuk uji lab,” ujar Kris.

Untuk diketahui, kurir narkotika golongan I jenis sabu yang ditangkap jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim terbilang nekat. Pria berinisial NS (67) berani membawa sabu seberat 5.949 gram hanya bermodal tas bermotif tentara.

Sabu asal Tawau Malaysia tersebut diambil dari Tarakan yang rencananya akan dikirim ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Tersangka diamankan polisi beserta barang bukti berupa sabu di kawasan pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu (15/10/2017) lalu.

Pengungkapan ini bermula saat polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya pengiriman narkoba jenis sabu dalam jumlah besar dari Tarakan menuju Mamuju, Sulawesi Barat.

Tim opsnal Ditresnarkoba melakukan penyelidikan usai mendapat informasi. Didapatlah nama kurir beserta ciri-ciri lengkap. Pada Jumat (13/10/2017) petugas mengetahui tersangka mulai bergerak dari Tarakan. Menggunakan speed boat ia menyebrang ke Tanjung Selor.

Dari Tanjung Selor tersangka menyewa mobil rental menuju Balikpapan. Rencananya kakek 5 cucu tersebut bakal lanjut menggunakan kapal laut menyebrang ke Sulawesi, usai membawa 6 kilogram sabu lewat jalur darat melintasi Berau, Kutim, Samarinda hingga Balikpapan.

Sesampainya di Pelabuhan Kariangau, tersangka keluar dari mobil menenteng tas bermotif loreng tentara warna hijau dan coklat. Saat itu juga petugas langsung menciduk NA, kemudian menggeledahnya.
Benar saja, di dalam tas tersebut 6 paket besar yang jika ditotal memiliki berat hampir 6 kilogram.
Dari hasil interogasi petugas, tersangka mengaku mendapat barang tersebut dari seseorang berinisial IW di Tarakan. Barang haram tersebut berasal dari Tawau, Malaysia.

Atas perbuatannya, NA dijerat pasal 112 (2) jo pasal 114 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Tersangka mengaku baru pertama kali menjadi kurir. Dari catatan kepolisian ia pernah di penjara, namun kasus pidana umum,” ungkapnya.

Penulis : Michael M

Editor : Mailangkay M

Berita Terkait