Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Polsek KPPP Semayang bongkar jaringan narkoba antar napi di Lapas

Kompol I Wayan SarnaBALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Kepolisian sektor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, berhasil membongkar jaringan narkoba antar napi Lembaga Pemasyarakatan, di Kalimantan Timur.

Terungkapnya jaringan antar sesama napi di dalam Lapas yang berbeda ini, setelah petugas Polsek KPPP Semayang, menangkap salah satu penumpang Kapal Fery Mutiara Sentosa II, bernama Hadidal (30) warga Anggana, Kaltim, Sabtu (21/5/2016) lalu di pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Kapolsek KPPP Semayang, Kompol I wayan Sarna SH, mengatakan, penangkapan terhadap Hadidal ini ketika pelaku melewati petugas pemeriksa di pelabuhan, dengan membawa 7557.71 gram sabu.

“Saat itu kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang yang turun dari kapal tersebut. Darisana kami menemukan pelaku dan setelah diperiksa kami menemukan 2 paket mencurigakan dan langsung diamankan bersama penumpang tersebut” kata I Wayan, kepada cayahakaltim.com, Senin (23/5/2016).

Setelah dilakukan penyelidikan, penyidik menemukan satu rekan tersangka yang hendak menjemput barang terlarang tersebut. Benar saja, selang beberapa menit menangkap Hadidal, polisi berhasil meringkus M Saleh (30) warga Samarinda Ulu, di pelabuhan Semayang, Balikpapan.

“Kami menangkap rekan tersangka beberapa saat kemudian. Dia ditangkap setelah kami melacaknya dengan menggunakan ponsel tersangka 1. Dan berhasil menangkap tersangka 2 ketika sedang berada di dalam sebuah mobil di Pelabuhan,” ujar I Wayan.

Setelah dilakukan engembangan, polisi kemudian mendapat 2 nama baru yakni Yudi warga Samarinda dan Kasmir warga Tenggarong. Dimana kedua orang tersebut saat ini sedang menjalankan hukuman di Lapas yang berbeda yakni di Lapas Bayur Samarinda dan Lapas Tenggarong.

Yudi saat ini sedang menjalani hukuman atas kasus narkoba. Di Lapas Bayur Samarinda, Yudi sudah menjalani hukuman selama 2 tahun dengan masa hukuman selama 9 tahun. Sedangka Kasmir, tersangka sajam yang sedang menjalani hukuman setahun di Lapas Tenggarong.

Diduga otak dari upaya penyelundupan narkoba ini dilakukan dari dalam lapas. Menurut Kapolse I Wayan, dari keterangan tersangka Hadidal, dia disuruh Yudi untuk mengambil barang dari reakannya di kawasan Tanjung Priok Jakarta dan dibawa ke Kaltim.

Hadidal diberi dana Rp 1 juta untuk berangkat ke Jakarta. Setelah bertemu dengan rekan Yudi di Jakarta dan mengambil barang terlawang tersebut, Hadidal langsung menuju stasiun kereta api menuju Surabaya. Dari Surabaya, Hadidal menggunakan kapal fery menuju Pelabuhan Semayang.

“Kasus ini masih kami dalami, karena masih ada tersangka lainnya yang terlibat,” kata I Wayan. (michael mailangkay)

Berita Terkait