Berita Headline Berita Terkini Hukum 

PT NJL dilaporkan LSM ke Polda Kaltim

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Salah satu Lembaga Sosial Masyarakat yang mengatasnamakan diri Lembaga Lingkungan Hidup (L2HI) melaporkan perusahan kelapa sawit yang beroperasi di Simenggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ke Polda Kaltim.
Perusahan kelapa sawit tersebut yakni PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) yang mengelolah perkebunan kelapa sawit seluas sekira 19,9 ribu hektar di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Direktur L2HI, Andi Ali Agus, mengatakan PT NJL awalnya memiliki izin HGU yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada tahun 2003, dengan masa hanya enam bulan terakhir.

“BPN kemudian mencabut penerbitan izin disebabkan adanya tumpang tindih dengan hutan produksi dan juga perusahan lain,” kata Andi, kepada cahayakaltim.com, saat mendatangi Polda Kaltim, Senin (30/2/2017).

Tumpang tindih tersebut dengan adanya laporan PT Adindo Hutani Lestari yang menuduh PT NJL menduduki sekira 3,510 hektar secara tidak sah.

“Kasus ini audah punya kekuatan hukum tetap. Dimana Dirtektur NJL dan dua pegawai BPN Kaltim dipidanan bersalah oleh pengadilan,” ungkap Andi.

Namun realitas di lapangan, NJL masih beroperasi dan bebas melanjutkan seluruh aktifitas perkebunan, seakan mengabaikan penegakan hukum.

“Inilah sebab kami melaporkan ke Polda Kaltim agar dilakukan tindakan tegas. Hanya saja, laporan kami belum lengkap dan pihak Polda meminta untuk melengkapi kelengkapan pendampingnya,” kata Andi.

Dia mengatakan, permasalah PT NJL dengan PT AHL ini, pihaknya tidak memihak terhadap permasalahan kedua perusahan tersebut. Karena LSM L2HI, bertindak karena adanya pelanggaran hukum yang dilakukan PT NJL.

Penulis : Michael M
Editor : Michael Mailangkay

Berita Terkait