Balikpapan Berita Headline Berita Terkini 

Puluhan Kios di Pasar Klandasan Disegel. Tunggak Retribusi Capai Rp 7 Miliar

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com– Pemerintah Kota Balikpapan, melalui UPT Pasar Klandasan I (Blauran) Dinas Perdagangan, terpaksa melakukan penyegelan terhadap kios di pasar tersebut, karena sudah puluhan tahun menunggak retribusi sejak Tahun 1996.

Menurut Kepala UPT Pasar Klandasan, Kanti Suharjo mengatakan, sebanyak 70 kios di Pasar Klandasan yang menunggak, namun baru 15 kios yang disegel.

“Mereka membayar berdasarkan luasan per hari. Untuk kelas A Rp 1.000 per meter dan kelas B Rp 800 per meter. Saat ini sudah 15 kios disegel. Selanjutnya masih ada 50an kios lagi di Pasar Kalandasan I dan 50an di Pasar Klandasan II yang akan disegel,” ujarnya.

Kios yang bakal menyusul disegel apabila tidak segera melunasi tunggakan retribusi diantaranya adalah kios sekitar Cotto Makassar yang jumlahnya juga mencapai 15 kios. Salah satu yang jadi alasan sepinya pasar adalah keberadaan tempat penampungan sementara (tps) tepat didepan beberapa kios.

“Ini jadi kendala Kami dalam menagih, alasannya dulu ada tempat parkir tapi semenjak ada TPS sudah tidak bisa lagi parkir makanya sepi. Makanya akhirnya banyak juga pedagang yang tutup, selain di belakang, juga ada di depan. Dengan adanya penyegelan ini kami stop dulu retribusinya,” jelas Kanti.

Penyetopan retribusi tersebut dengan alasan mengurangi tunggakan yang semakin membengkak jika dibiarkan. Nantinya apabila kios mau di tempat nya lagi, maka tunggakan harus juga dilunasi, meskipun yang menempati bukan pemilik sebelumnya. “Kalau minat bisa pakai tapi harus melunasi mulai yang tertunggak,” ujar Kanti.

Menurutnya, untuk wilayah UPT Klandasan tunggakan mencapai kira-kira Rp 7 miliar. Kerugian ini dimulai sejak tahun 1996, karena jika pedagang membayar masuk kas daerah. Namun karena tidak dibayar maka terhitung hingga saat ini. Meski kebanyakan pedagang yang kiosnya disegel masih enggan membayar. namun ada pula salah seorang penyewa yang berinisiatif langsung melunasi.

“Ada juga yang melunasi kira-kira Rp 2,6 juta tunggakannya. Kalau seperti itu kami tidak jadi menyegel kiosnya. Kalau dari semua kios yang disegel, tunggakan terbanyak ada yang sampai Rp 15 juta. Itu uang kas daerah mengendap di pedagang. Bagaimana caranya makanya kami lagi satu persatu,” tutupnya .

Sementara itu, menurut beberapa pedagang yang kiosnya disegel menyatakan pada pihak UPT bahwa pasar cenderung sepi. Hingga bertahun-tahun tak dibayar, bahkan sebagian pedagang sudah tak lagi berjualan di kios tersebut. Selain itu retribusi dikeluhkan terlalu tinggi. (*)

Penulis : Echi

Editor : Michael M

Berita Terkait