Berita Headline Berita Terkini Nasional 

Ratusan Disabilitas ikuti jambore TIK di Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Ratusan remaja dan dewasa dengan disabilitas mengikuti Jambore Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digelar di Hotel Lee Grandeur Balikpapan, Rabu pagi (25/10/2017).

Image by alfian t-cahayakaltim.com

Jambore yang diprakarsai oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Komunikasi bekerja sama dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi Informatika ini digelar hingga 27 Oktober yang akan datang. Dimana para pesertanya yang berjumlah 102 orang kalangan disabilitas itu diantaranya penglihatan, pendengaran,fisik dan intelektual.

Pada jambore ini ada beragam kegiatan yang akan digelar, seperti pelatihan microsoft office, internet, desain grafis  dan publik speaking.

Setelah mengikuti pelatihan akan diadakan kompetisi, mulai dari kompetisi karegori individu dan kategori kelompok

Seketaris Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementrian Komunikasi, Sri Cahaya Khaironi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Jambore seperti ini sudah digelar sebelumnya di Jayapura dan Manado.

“Ini untuk kedua kalinya digelar Kementrian Komunikasi di Balikpapan. Pesertanya sendiri berasal dari seluruh provinsi yang ada di Kalimantan,” ujar Sri Cahaya Khairani.

Lebih lanjut Sri Cahaya mengatakan, para peserta Jambore dengan Disabilitas ini diikuti oleh kalangan remaja dan dewasa. Para peserta Jambore TIK ini diikuti oleh kaum remaja yang berusia 15 hingga 24 tahun dan Dewasa yang berusia 25 hingga 35 tahun yang berasal dari sekolah luar biasa, panti asuhan, komunitas dan yayasan yang menaungi kalangan disabilutas.

“Para disabilitas ini telah lolos seleksi yang dilakukan secara online yang dilakukan beberapa waktu lalu,” ujar Sri Cahaya.

Acara Jambore TIK ini dibuka secara resmi oleh Farida Dwi Cahayarini selaku Sekjen Kominfo dan hadir pula Wakil Walikota Balikpapan H Rahmad Masud.

Farida Dwi Cahyarini dalam sambutannya mengatakan, bahwa bahasa isyarat wajib dilakukan disetiap penyiaran berita sesuai Inpres 10 tahun 2015.

“Selama ini hanya TVRI saja yang menayangkan, namun per 17 Agustus tahun 2016 sudah merambah ke televisi swasta lain. Semoga tayangan bahasa isyarat ini sudah dilakukan oleh seluruh penyiaran swasta yang ada di Indonesia,” ujar Dwi Cahyarini.

Ia juga berharap agar Jambore TIK ini dapat bermanfaat secara langsung kepada seluruh peserta. “Mereka ini adalah orang orang spesial. Tak sedikit dari para kalangan disabilitas memeliki kelebihan. Bahkan banyak pula yang meraih gelar sarjana disertai dengan kemampuan lain, seperti menyanyi. Suaranya bagus membuat orang terpukau bagi siapa saja yang mendengar,” ujar Dwi Cahyarini.

Acara pembukaan Jambore TIK ini secara simbolis dilakukan oleh Dwi Cahyarini dengan pemukulan gong disaksikan Sri Cahaya Khaironi dan Wakil Walikota Balikpapan H Rahmad Masud dan dilanjutkan dengan penukaran cindera mata antara Dwi Cahyarini dan H Rahmad Masud. (*)

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait